Buku Anatomi Sang Kursi Sentil Nepotisme Zaman Sekarang
Sabtu, 26 Februari 2022 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Ami-sapaan Hasymi, pun mengapresiasi perhatian besar dari Ajiep Padindang terhadap karyanya yang pernah dan sekarang dia kerjakan.
"Saya tidak pernah bayangkan. Motivasi utama karya ini sebenarnya cuma sekadar dokumentasi. Harapannya, pikiran-pikiran bahwa masih adakah relevansinya dengan kondisi kekinian kita," paparnya.
Ami menuturkan, buku keduanya ini bicara terkait kekuasaan. Termasuk nepotisme itu sendiri. Sesuatu yang sekarang juga masih kejadian.
"Saya melihat, para kepala daerah atau pejabat yang punya power sekarang, menyodorkan anaknya untuk jabatan apa-jabatan apa. Ada bentuk nepotisme di situ," terangnya.
Ami melihat masa kini Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) sudah bertransformasi. Dia menyentil anak kepala daerah yang duduk sebagai anggota DPRD atau DPR RI.
"KKN sekarang bertransformasi. Banyak sekali anak bupati di DPR, tanpa diketahui kapasitasnya. Sekarang yang penting ialah isi tas, bukan lagi kapasitas," bebernya.
"Saya tidak pernah bayangkan. Motivasi utama karya ini sebenarnya cuma sekadar dokumentasi. Harapannya, pikiran-pikiran bahwa masih adakah relevansinya dengan kondisi kekinian kita," paparnya.
Ami menuturkan, buku keduanya ini bicara terkait kekuasaan. Termasuk nepotisme itu sendiri. Sesuatu yang sekarang juga masih kejadian.
"Saya melihat, para kepala daerah atau pejabat yang punya power sekarang, menyodorkan anaknya untuk jabatan apa-jabatan apa. Ada bentuk nepotisme di situ," terangnya.
Ami melihat masa kini Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) sudah bertransformasi. Dia menyentil anak kepala daerah yang duduk sebagai anggota DPRD atau DPR RI.
"KKN sekarang bertransformasi. Banyak sekali anak bupati di DPR, tanpa diketahui kapasitasnya. Sekarang yang penting ialah isi tas, bukan lagi kapasitas," bebernya.
Lihat Juga :