Kabupaten Bone Ikut Program Ketahanan Pangan Pemerintah Indonesia-Kanada
Kamis, 24 Februari 2022 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Selama lima tahun jalannya program ini, GAC mengucurkan anggaran USD 16,8 juta atau sekitar Rp192 miliar. Namun duit itu bukan hanya untuk Bone saja. Tetapi Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur.
"Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah yang wilayahnya terbesar, dan dipilih 12 desa sebagai lokus dan percontohan. Yang dipastikan akan ikut memberi dampak ke desa lain di Bone, bahkan kabupaten lain di Sulsel," ungkap James.
Baca juga:Perkuat Ketahanan Pangan, Menko Airlangga Dorong Optimalisasi Budidaya Padi Gogo
"Untuk Sumatera Selatan akan fokus mitigasi perubahan iklim, di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, fokus kegiatan adaptasi perubahan iklim, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur fokus adaptasi perubahan iklim," sambungnya.
Perwakilan ICRAF lainnya, Fery Johan menambahkan program ini merupakan wujud dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk memenuhi komitmen nasional yang diperbaharui atau Updated Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% (dengan usaha sendiri) dan 41% (dengan dukungan internasional) pada 2030.
"Ada tiga hal yang ingin dicapai dalam program ini yang dibagi menjadi tiga paket kerja, yaitu penguatan tata kelola penggunaan lahan dan pembuatan kebijakan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang bermanfaat bagi masyarakat tertinggal dan rentan pada beberapa provinsi di Indonesia serta mengurangi emisi dari sektor lahan," ucapnya.
"Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah yang wilayahnya terbesar, dan dipilih 12 desa sebagai lokus dan percontohan. Yang dipastikan akan ikut memberi dampak ke desa lain di Bone, bahkan kabupaten lain di Sulsel," ungkap James.
Baca juga:Perkuat Ketahanan Pangan, Menko Airlangga Dorong Optimalisasi Budidaya Padi Gogo
"Untuk Sumatera Selatan akan fokus mitigasi perubahan iklim, di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, fokus kegiatan adaptasi perubahan iklim, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur fokus adaptasi perubahan iklim," sambungnya.
Perwakilan ICRAF lainnya, Fery Johan menambahkan program ini merupakan wujud dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk memenuhi komitmen nasional yang diperbaharui atau Updated Nationally Determined Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% (dengan usaha sendiri) dan 41% (dengan dukungan internasional) pada 2030.
"Ada tiga hal yang ingin dicapai dalam program ini yang dibagi menjadi tiga paket kerja, yaitu penguatan tata kelola penggunaan lahan dan pembuatan kebijakan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang bermanfaat bagi masyarakat tertinggal dan rentan pada beberapa provinsi di Indonesia serta mengurangi emisi dari sektor lahan," ucapnya.
Lihat Juga :