Haris Pertama Dikeroyok, GMPI: Ini Tindakan yang Tidak Bisa Dimaafkan
Selasa, 22 Februari 2022 - 13:41 WIB
loading...
Ketua Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Bidang Pelajar dan Mahasiswa Muhammad Ramli Syamsuddin. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pengeroyokan terhadap Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama dianggap upaya pembungkaman terhadap para aktivis . Maka itu, kasus penganiayaan ini harus diusut tuntas oleh kepolisian.
"Ini tindakan yang tidak bisa dimaafkan di negara demokrasi. Kita tahu beliau (Haris) ini merupakan aktivis yang sering mengeluarkan kritik-kritik tajam. Ini pasti ada kaitannya dengan orang yang merasa terancam dengan kritik-kiritiknya," kata Ketua Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Bidang Pelajar dan Mahasiswa Muhammad Ramli Syamsuddin dalam ketarangannya, Selasa (22/2/2022).
Dia mengajak semua aktivis di Indonesia untuk mengawal kejadian ini. Agar kasus tersebut, kata dia, tidak sampai hilang. Baca juga: Wajah Lebam, Ketum KNPI Haris Pertama Jadi Saksi di Sidang Ferdinand Hutahaean
"Kita kawal terus, dan kita menuntut agar pemerintah khususnya Polri segera menangkap pelakunya," tuturnya.
Dirinya mengaku aneh, saat ini semakin marak kasus penganiayaan terhadap aktivis. Sebelum kasus pengeroyokan Haris, belum lama ini kejadian pemukulan terhadap aktivis di Kota Medan.
"Ini tindakan yang tidak bisa dimaafkan di negara demokrasi. Kita tahu beliau (Haris) ini merupakan aktivis yang sering mengeluarkan kritik-kritik tajam. Ini pasti ada kaitannya dengan orang yang merasa terancam dengan kritik-kiritiknya," kata Ketua Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Bidang Pelajar dan Mahasiswa Muhammad Ramli Syamsuddin dalam ketarangannya, Selasa (22/2/2022).
Dia mengajak semua aktivis di Indonesia untuk mengawal kejadian ini. Agar kasus tersebut, kata dia, tidak sampai hilang. Baca juga: Wajah Lebam, Ketum KNPI Haris Pertama Jadi Saksi di Sidang Ferdinand Hutahaean
"Kita kawal terus, dan kita menuntut agar pemerintah khususnya Polri segera menangkap pelakunya," tuturnya.
Dirinya mengaku aneh, saat ini semakin marak kasus penganiayaan terhadap aktivis. Sebelum kasus pengeroyokan Haris, belum lama ini kejadian pemukulan terhadap aktivis di Kota Medan.
Lihat Juga :