Pilwalkot Solo Kembali Bergerak, Panwascam-Panwaskel Diaktifkan Lagi
Minggu, 14 Juni 2020 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Bawaslu Solo juga memastikan mereka akan kembali bertugas sesuai tupoksi masing-masing sebagaimana sebelum di non aktifkan pada April lalu. Diakuinya, tahapan terdekat di Kota Solo (verfak) cukup berpotensi terhadap penularan virus corona (COVID-19) bagi penyelenggara. Pihaknya berkomitmen dalam kegiatan pengawasan di lapangan, para pengawas dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).
Sebab ke depan akan mengawasi dan memastikan kurang lebih 35 ribu syarat dukungan bakal calon perseorangan dari pasangan Bagio Wahyono-FX Supardjo (BAJO) yang diverifikasi jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU). Oleh karenanya APD berupa masker, faceshield (pelindung wajah), sarung tangan, handsanitizer, baju pelindung hingga suplemen bagi pengawas menjadi hal wajib saat bertugas.
Anggota Bawaslu Solo Kordiv Penyelesaian Sengketa, Arif Nuryanto menyebutkan, pemanfaatan teknologi informasi menjadi alternatif dalam kegiatan pengawasan. Dia menekankan agar segenap jajaran pengawas bisa meningkatkan kapasitas dalam bidang IT. Adanya pandemi COVID-19 saat ini bisa merubah jenis kegiatan pengawasan. “Koordinasi pengawasan, komunikasi hingga pelaporan bisa dilaksanakan secara daring,” ungkap Arif.
Dengan demikian, bisa sebagai alternatif jumpa secara konvensional. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tradisi kampanye konvensional bergeser ke kampanye secara media online. Adanya kampanye tatap muka puluhan warga dengan aplikasi pertemuan online merupakan salah satu hal yang bisa di monitor pengawas.
Dukungan aplikasi, baik peralatan, software maupun bandwidth Bawaslu Solo akan kita sesuaikan secara optimal. “Harapan nantinya Panwascam dan Panwas kelurahan bisa turut mengikuti tata cara dalam pemanfaatan teknologi ini dengan install aplikasi yang kita terapkan bersama," imbuhnya.
Sebab ke depan akan mengawasi dan memastikan kurang lebih 35 ribu syarat dukungan bakal calon perseorangan dari pasangan Bagio Wahyono-FX Supardjo (BAJO) yang diverifikasi jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU). Oleh karenanya APD berupa masker, faceshield (pelindung wajah), sarung tangan, handsanitizer, baju pelindung hingga suplemen bagi pengawas menjadi hal wajib saat bertugas.
Anggota Bawaslu Solo Kordiv Penyelesaian Sengketa, Arif Nuryanto menyebutkan, pemanfaatan teknologi informasi menjadi alternatif dalam kegiatan pengawasan. Dia menekankan agar segenap jajaran pengawas bisa meningkatkan kapasitas dalam bidang IT. Adanya pandemi COVID-19 saat ini bisa merubah jenis kegiatan pengawasan. “Koordinasi pengawasan, komunikasi hingga pelaporan bisa dilaksanakan secara daring,” ungkap Arif.
Dengan demikian, bisa sebagai alternatif jumpa secara konvensional. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tradisi kampanye konvensional bergeser ke kampanye secara media online. Adanya kampanye tatap muka puluhan warga dengan aplikasi pertemuan online merupakan salah satu hal yang bisa di monitor pengawas.
Dukungan aplikasi, baik peralatan, software maupun bandwidth Bawaslu Solo akan kita sesuaikan secara optimal. “Harapan nantinya Panwascam dan Panwas kelurahan bisa turut mengikuti tata cara dalam pemanfaatan teknologi ini dengan install aplikasi yang kita terapkan bersama," imbuhnya.
(nun)
Lihat Juga :