Halal bi Halal Muslimat NU, Khofifah: Kita Dipaksa Covid-19 Masuk Industri 4.0
Minggu, 14 Juni 2020 - 00:46 WIB
loading...
A
A
A
"Misalnya tadarus online setiap pagi, dan tidak ada yang sungkan mengingatkan kalau ada bacaan tajwidnya belum tepat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan banyak sekali aktivitas sosial keagamaan Muslimat NU yang tertunda akibat Covid-19. Terlebih hingga kini masih sangat banyak daerah yang masuk zona merah (risiko tinggi), zona oranye (risiko sedang) dan zona kuning (risiko rendah).
Termasuk di Jatim masih harus berikhtiar karena belum ada yang masuk zona hijau (daerah tidak terdampak). "Semoga pandemi Covid-19 segera selesai ," kata Khofifah.
Sementara Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar menyampaikan, berkhidmat merupakan ciri khas dari Muslimat NU. Sayangnya, banyak sekali khidmat Muslimat NU yang belum terbukukan menjadi induk sejarah yang komprehensif.
"Mungkin ini PR buat kita semuanya. Ternyata pahlawan-palawan kita dari kalangan perempuan di berbagai tempat, kebanyakan dari Muslimat yang backround mereka adalah NU," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan banyak sekali aktivitas sosial keagamaan Muslimat NU yang tertunda akibat Covid-19. Terlebih hingga kini masih sangat banyak daerah yang masuk zona merah (risiko tinggi), zona oranye (risiko sedang) dan zona kuning (risiko rendah).
Termasuk di Jatim masih harus berikhtiar karena belum ada yang masuk zona hijau (daerah tidak terdampak). "Semoga pandemi Covid-19 segera selesai ," kata Khofifah.
Sementara Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH Nasaruddin Umar menyampaikan, berkhidmat merupakan ciri khas dari Muslimat NU. Sayangnya, banyak sekali khidmat Muslimat NU yang belum terbukukan menjadi induk sejarah yang komprehensif.
"Mungkin ini PR buat kita semuanya. Ternyata pahlawan-palawan kita dari kalangan perempuan di berbagai tempat, kebanyakan dari Muslimat yang backround mereka adalah NU," katanya.
(msd)
Lihat Juga :