Gandeng STP Unhas, Pemkab Luwu Sosialisasi Desa Inovatif
Kamis, 17 Februari 2022 - 20:36 WIB
loading...
Suasana Sosialisasi Desa Inovatif di Aula Kantor Bappelitbangda Luwu, Kamis (16/2) siang. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) berkolaborasi Dinas Pertanian menggelar Sosialisasi Desa Inovatif di aula Kantor Bappelitbangda, Kamis (16/2) siang.
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan para Tim Ahli dari Science Techno Park (STP) Universitas Hasanuddin Makassar, sebagai narasumber dengan mengikutsertakan para camat, lurah, kepala desa, penyuluh pertanian dan para nelayan sebagai peserta.
Baca juga:Bupati Indah Kukuhkan 367 Kepala Sekolah di Luwu Utara
Kadis Pertanian, Albaruddin Andi Picunang dalam laporannya menyampaikan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Pemkab Luwu dengan Direktur Science Techno Park pada 28 Januari 2022 lalu di Makassar.
"Leading sektor kegiatan inovasi desa adalah DMPD, namun Dinas Pertanian turut mendukung karena potensi sumber daya alam yang nantinya bisa dikembangkan di setiap desa terletak pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan yang akan dikolaborasikan dengan sistem informasi digital," kata Albaruddin.
Direktur Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Prof Andi Wardihan Sinrang, sekaitan kerja sama dengan PemkabLuwu menjelaskan arah pengembangan desa inovatif.
"STP adalah wahana atau badan khusus Unhas yang dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi," ungkap Prof Andi Wardihan.
Baca juga:Pemkab Lutra Target Masuk 10 Besar Capaian MCP di Sulsel
Menurutnya, Program Desa Inovatif merupakan kegiatan kolaboratif untuk menyinergikan fungsi dan peran dari akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas sehingga tercipta ekosistem inovasi dalam mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
"Ada beberapa poin penting yang harus dimiliki untuk mendukung strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berdasarkan sinergitas fungsi dan peran, antara lain adalah sumber daya alam, sumber daya kekuasaan, sains dan teknologi, sumber daya manusia, sumber daya pasar serta sumber daya finansial," jelas Prof Andi Wardihan.
Sekda Luwu, Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Luwu sangat mendukung Sosialisasi Program Desa Inovatif ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Program ini tentu sangat penting, sehingga perlu disinkronkan dengan RPJMD dan rencana strategis perangkat daerah," kata Sulaiman.
Baca juga:Program Menyapa Desa Bupati Luwu Timur Memasuki Pekan Kelima
Dia berharap, sosialisasi ini dapat memberikan informasi yang detail bagi pemdes dan masyarakat terkait desa inovatif sehingga memudahkan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Kehadiran Tim Ahli dari STP hari ini kita harapkan dapat memberikan informasi lengkap dalam melaksanakan program desa Inovatif terutama rancangan program terkait penguatan kelembagaan pemdes, pemetaan potensi desa berbasis teknologi, pengembangan jaringan internet, sistem informasi dan teknologi desa, pengembangan usaha dan pemanfaatan platform marketplace," ujar Sulaiman.
Sementara itu, anggota DPRD Luwu yang juga menjabat Ketua Apdesi Luwu, Andi Muhammad Arfan Basmin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur STP, atas kehadirannya di Kabupaten Luwu berbagi ilmu dalam upaya pengembangan Desa Inovatif.
"Saya mendukung Program Desa Inovatif ini karena sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga," kata Andi Muhammad Arfan.
Baca juga:Pemkab Luwu Utara dan Unismuh Makassar Jalin Kerja Sama
Dijelaskan, sebelum menjabat sebagai anggota DPRD, dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Desa Senga Selatan selama 2 tahun. Selama kurun waktu tersebut, Desa Senga Selatan berubah menjadi desa informatif yang telah mendapat penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan.
"Di Desa Senga Selatan kami telah melakukan pemetaan geoparsial, memiliki command center dan ruang data yang memuat seluruh potensi desa. Bahkan masyarakat desa Senga Selatan dapat berbisnis melalui aplikasi marketplace yang dikoneksikan dengan website desa," tutupnya.
Kegiatan sosialisasi ini melibatkan para Tim Ahli dari Science Techno Park (STP) Universitas Hasanuddin Makassar, sebagai narasumber dengan mengikutsertakan para camat, lurah, kepala desa, penyuluh pertanian dan para nelayan sebagai peserta.
Baca juga:Bupati Indah Kukuhkan 367 Kepala Sekolah di Luwu Utara
Kadis Pertanian, Albaruddin Andi Picunang dalam laporannya menyampaikan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Pemkab Luwu dengan Direktur Science Techno Park pada 28 Januari 2022 lalu di Makassar.
"Leading sektor kegiatan inovasi desa adalah DMPD, namun Dinas Pertanian turut mendukung karena potensi sumber daya alam yang nantinya bisa dikembangkan di setiap desa terletak pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan yang akan dikolaborasikan dengan sistem informasi digital," kata Albaruddin.
Direktur Science Techno Park Universitas Hasanuddin, Prof Andi Wardihan Sinrang, sekaitan kerja sama dengan PemkabLuwu menjelaskan arah pengembangan desa inovatif.
"STP adalah wahana atau badan khusus Unhas yang dikelola secara profesional untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan melalui pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penumbuhan perusahaan pemula berbasis teknologi," ungkap Prof Andi Wardihan.
Baca juga:Pemkab Lutra Target Masuk 10 Besar Capaian MCP di Sulsel
Menurutnya, Program Desa Inovatif merupakan kegiatan kolaboratif untuk menyinergikan fungsi dan peran dari akademisi, bisnis, pemerintah dan komunitas sehingga tercipta ekosistem inovasi dalam mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
"Ada beberapa poin penting yang harus dimiliki untuk mendukung strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berdasarkan sinergitas fungsi dan peran, antara lain adalah sumber daya alam, sumber daya kekuasaan, sains dan teknologi, sumber daya manusia, sumber daya pasar serta sumber daya finansial," jelas Prof Andi Wardihan.
Sekda Luwu, Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Luwu sangat mendukung Sosialisasi Program Desa Inovatif ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Program ini tentu sangat penting, sehingga perlu disinkronkan dengan RPJMD dan rencana strategis perangkat daerah," kata Sulaiman.
Baca juga:Program Menyapa Desa Bupati Luwu Timur Memasuki Pekan Kelima
Dia berharap, sosialisasi ini dapat memberikan informasi yang detail bagi pemdes dan masyarakat terkait desa inovatif sehingga memudahkan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Kehadiran Tim Ahli dari STP hari ini kita harapkan dapat memberikan informasi lengkap dalam melaksanakan program desa Inovatif terutama rancangan program terkait penguatan kelembagaan pemdes, pemetaan potensi desa berbasis teknologi, pengembangan jaringan internet, sistem informasi dan teknologi desa, pengembangan usaha dan pemanfaatan platform marketplace," ujar Sulaiman.
Sementara itu, anggota DPRD Luwu yang juga menjabat Ketua Apdesi Luwu, Andi Muhammad Arfan Basmin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur STP, atas kehadirannya di Kabupaten Luwu berbagi ilmu dalam upaya pengembangan Desa Inovatif.
"Saya mendukung Program Desa Inovatif ini karena sangat membantu masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga," kata Andi Muhammad Arfan.
Baca juga:Pemkab Luwu Utara dan Unismuh Makassar Jalin Kerja Sama
Dijelaskan, sebelum menjabat sebagai anggota DPRD, dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Desa Senga Selatan selama 2 tahun. Selama kurun waktu tersebut, Desa Senga Selatan berubah menjadi desa informatif yang telah mendapat penghargaan dari Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan.
"Di Desa Senga Selatan kami telah melakukan pemetaan geoparsial, memiliki command center dan ruang data yang memuat seluruh potensi desa. Bahkan masyarakat desa Senga Selatan dapat berbisnis melalui aplikasi marketplace yang dikoneksikan dengan website desa," tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :