Pemilik Lahan Sepakat Buka Akses Jalan Tiga Keluarga di Borong
Selasa, 15 Februari 2022 - 19:56 WIB
loading...
Lurah Borong, Muhammad Yahya saat mendatangi rumah tiga keluarga yang terisolir di Jalan Toddopuli Timur, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Pihak Pemerintah Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala menjamin dua rumah yang dihuni tiga keluarga tidak lagi terisolir. Lurah Borong, Muhammad Yahya mengaku telah bermediasi dengan pemilik lahan untuk membukakan akses jalan.
"Insyaallah dalam waktu dekat akan kita lakukan pembukaan akses jalan sesuai kesepakatan pemilik lahan atas nama H Muhtar dan tiga warga yang terisolir yaitu Pak Yusril, Rasman Maghrib, dan Pak Sugeng," kata Muhammad Yahya di lokasi, Selasa (15/2).
Baca juga:Akses Jalan Ditutup, Tiga Keluarga di Borong Panjat Tembok untuk Beraktivitas
Rumah tiga keluarga di Jalan Toddopuli Timur, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala Kota Makassar selama dua tahun terkurung tembok milik Perumahan Green Residence dan SPBU Toddopuli Timur. Selain itu salah satu akses milik warga lain ditutup pagar seng.
Menurut Yahya, kesepakatan lewat mediasi dilakukan sejak pekan lalu dengan pemilik lahan yang menutup akses dengan tiga keluarga tersebut menggunakan pagar seng. Sebab H Muchtar mengklaim lahan itu adalah miliknya. Namun pihak kelurahan menjamin menyelesaikan soalan ini.
"Kami harap mudah-mudahan tiga keluarga ini bisa beraktivitas kembali dengan baik. Jadi sebenarnya ini persoalan hanya komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Sehingga kami memohon kepada pemilik lahan untuk membuka akses. Dan insyaallah beliau bersedia," ujar Yahya.
Baca juga:Akses Jalan Ditutup Paksa Perusahaan Sawit, Warga Pangkut Geruduk Kantor Bupati
Meski begitu, Yahya masih bakal berembuk untuk penentuan waktu pembukaan. Dia mengaku masih terus berkomunikasi agar kesepakatan tidak merugikan masing-masing pihak. "Sehingga tidak ada lagi konflik internal. Semoga pelaksanaan pembukaan akses jalan bisa berjalan lancar," tuturnya.
Lebih jauh Yahya, menerangkan akan menjadikan lokasi tersebut sebagai lorong percontohan yang dinamai "Lorong Pa Sipakabaji". Nama itu merujuk dari filosofi Bugis-Makassar yakni Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi. "Sesuai dengan arahan pimpinan seperti itu," jelasnya.
Dia berjanji akan memperbaiki sejumlah fasilitas ketika program ini terealisasi, di antaranya memasang paving blok dan menambah penerangan. "Semoga ini jadi lorong monumental atas warga yang terisolir, sehingga ke depannya tidak ada lagi warga terisolir di Makassar," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya tiga keluarga di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar terisolir lantaran beberapa akses jalan aktivitas kesehariannya ditutup sejak dua tahun terakhir.
Baca juga:Sudah Setahun Akses Jalan ke Stasiun Kereta Cepat dan Tol Cikampek Selatan Rusak Parah
Tiga KK menghuni dua rumah semi permanen terkurung tembok milik Perumahan Green Residence dan SPBU Toddopuli Timur. Selain itu salah satu akses milik warga lain ditutup pagar seng.
Kondisi itu, ketiga keluarga harus memanjat tembok setinggi dua meter, Beruntung belum lama ini mereka membuat tangga kayu untuk memudahkan mereka lewati tembok.
"Insyaallah dalam waktu dekat akan kita lakukan pembukaan akses jalan sesuai kesepakatan pemilik lahan atas nama H Muhtar dan tiga warga yang terisolir yaitu Pak Yusril, Rasman Maghrib, dan Pak Sugeng," kata Muhammad Yahya di lokasi, Selasa (15/2).
Baca juga:Akses Jalan Ditutup, Tiga Keluarga di Borong Panjat Tembok untuk Beraktivitas
Rumah tiga keluarga di Jalan Toddopuli Timur, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala Kota Makassar selama dua tahun terkurung tembok milik Perumahan Green Residence dan SPBU Toddopuli Timur. Selain itu salah satu akses milik warga lain ditutup pagar seng.
Menurut Yahya, kesepakatan lewat mediasi dilakukan sejak pekan lalu dengan pemilik lahan yang menutup akses dengan tiga keluarga tersebut menggunakan pagar seng. Sebab H Muchtar mengklaim lahan itu adalah miliknya. Namun pihak kelurahan menjamin menyelesaikan soalan ini.
"Kami harap mudah-mudahan tiga keluarga ini bisa beraktivitas kembali dengan baik. Jadi sebenarnya ini persoalan hanya komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Sehingga kami memohon kepada pemilik lahan untuk membuka akses. Dan insyaallah beliau bersedia," ujar Yahya.
Baca juga:Akses Jalan Ditutup Paksa Perusahaan Sawit, Warga Pangkut Geruduk Kantor Bupati
Meski begitu, Yahya masih bakal berembuk untuk penentuan waktu pembukaan. Dia mengaku masih terus berkomunikasi agar kesepakatan tidak merugikan masing-masing pihak. "Sehingga tidak ada lagi konflik internal. Semoga pelaksanaan pembukaan akses jalan bisa berjalan lancar," tuturnya.
Lebih jauh Yahya, menerangkan akan menjadikan lokasi tersebut sebagai lorong percontohan yang dinamai "Lorong Pa Sipakabaji". Nama itu merujuk dari filosofi Bugis-Makassar yakni Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi. "Sesuai dengan arahan pimpinan seperti itu," jelasnya.
Dia berjanji akan memperbaiki sejumlah fasilitas ketika program ini terealisasi, di antaranya memasang paving blok dan menambah penerangan. "Semoga ini jadi lorong monumental atas warga yang terisolir, sehingga ke depannya tidak ada lagi warga terisolir di Makassar," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya tiga keluarga di Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar terisolir lantaran beberapa akses jalan aktivitas kesehariannya ditutup sejak dua tahun terakhir.
Baca juga:Sudah Setahun Akses Jalan ke Stasiun Kereta Cepat dan Tol Cikampek Selatan Rusak Parah
Tiga KK menghuni dua rumah semi permanen terkurung tembok milik Perumahan Green Residence dan SPBU Toddopuli Timur. Selain itu salah satu akses milik warga lain ditutup pagar seng.
Kondisi itu, ketiga keluarga harus memanjat tembok setinggi dua meter, Beruntung belum lama ini mereka membuat tangga kayu untuk memudahkan mereka lewati tembok.
(luq)
Lihat Juga :