Kisah Laksamana Cheng Ho Menghancurkan Armada Bajak Laut Chen Zuyi di Palembang

Selasa, 15 Februari 2022 - 05:39 WIB
loading...
Kisah Laksamana Cheng...
Laksamana Cheng Ho merupakan penjelajah terkenal asal China yang beberapa kali singgah di sejumlah wilayah Nusantara pada periode 1405 hingga 1433 Masehi. Foto/tionghoa.info
A A A
Laksamana Cheng Ho merupakan penjelajah terkenal asal China yang beberapa kali singgah di sejumlah wilayah Nusantara pada periode 1405 hingga 1433 Masehi. Jejak perjalanan Laksamana Cheng Ho, utusan Kaisar China yang beragama Islam ini hingga kini masih ada.

Kisah Laksamana Cheng Ho Menghancurkan Armada Bajak Laut Chen Zuyi di Palembang

Patung Laksamana Cheng Ho.Foto/Antara

Di antaranya Kelenteng Sam Poo Koong di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan bentuk penghargaan atas kedatangan Laksamana Cheng Ho.

Baca juga: Laksamana Cheng Ho, Penjelajah Muslim China yang Ikut Sebarkan Islam di Nusantara

Rombongan Laksamana Cheng Ho sempat mampir di ke pesisir Pulau Jawa, yakni Sunda Kelapa, Cirebon, Semarang, Demak, Lasem Rembang, Tuban, Gresik, hingga Surabaya.

Dari Pelabuhan Ujung Galuh Surabaya, Cheng Ho berlayar menyusuri Kali Brantas menuju Trowulan Mojokerto, ibu kota Majapahit.

Kisah Laksamana Cheng Ho Menghancurkan Armada Bajak Laut Chen Zuyi di Palembang

Klenteng Sam Poo Kong di Semarang bentuk penghargaan kepada Laksamana Cheng Ho. Foto/Dok.SINDOnews

Laksamana Cheng Ho pada 1406 menginjakkan kaki di ibu kota Wilwatikta setahun setelah angkat jangkar dari Suzhou, Tiongkok. Perjalannya sempat singgah di Champa, Ayutthaya, dan Malaka.

Disebutkan Laksamana Cheng Ho memimpin rombongan muhibah yang terdiri 307 kapal yang membawa sekitar 27.000 pelaut. Kisah perjalanan Laksamana Cheng Ho dikupas dalam buku "Laksamana Cheng Ho- Kisah Ekspedisi Tionghoa Muslim "dan buku "Laksamana Cheng Ho: Jejak Damai Penjelajah Dunia".

Baca juga: Masjid Cheng Ho, Seperti Pagoda dan Filosofi Kakbah serta Perjalanan Wali Songo

Disebutkan Laksamana Cheng Ho sudah tujuh kali mengunjungi Nusantara. Perjalanannya rombongan Laksamana Cheng Ho selama 28 tahun di Asia dan Afrika terkadang mendapat rintangan sehingga terpaksa harus berperang. Seperti saat melintas di perairan Sumatera harus melawan bajak laut.

Kisah pertempuran Palembang dialami Laksamana Cheng Ho melawan armada bajak laut yang dipimpin Chen Zuyi di Palembang pada sekitar tahun 1407.

Dalam buku "The Chien-wen, Yung-lo, Hung-hsi, and Hsüan-te reigns, 1399–1435" karya Chan, Hok-lam (1998) The Cambridge History of China, Volume 7: The Ming Dynasty, 1368–1644,diketahui saat itu bajak laut yang dipimpin Chen Zuyi menguasai perairan di Sumatera, termasuk rute pelayaran penting dan strategis Selata Malaka.

Diceritakan armada bajak laut Chen Zuyi berencana menyerang rombongan muhibah Laksamana Cheng Ho. Namun rencana itu bocor dan sampai ke telinga Laksamana Cheng Ho.



Hingga akhirnya pada 1407, rombongan Laksamana Cheng Ho yang merupakan utusan dari Kaisar Dinasti Ming berperang melawan armada Chen Zuyi berangggotakan para bajak laut di Palembang.

Dalam pertempuran sengit tersebut, disebutkan pasukan Laksamana Cheng Ho berhasil mengalahkan kelompok bajak laut Chen Zuyi. Sebanyak sekitar 5.000 pembajak tewas, 10 kapal bajak laut hancur, dan tujuh kapal bajak laut berhasil direbut.

Laksamana Cheng Ho akhirnya membawa tiga tawanan, yakni Chen Zuyi dan dua pimpinan bajak laut lainnya pulang ke China. Sesampainya di China, pada 2 Oktober 1407, Chen Zuyi dan pembantunya akhirnya dieksekusi.

Sementara Kaisar Dinasti Ming memberi penghargaan kepada Laksamana Chengho dan rombongan yang telah memenangkan pertempuran melawan bajak laut pimpinan Chen Zuyi di Palembang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Konser Slank Bersama...
Konser Slank Bersama HS di Palembang Momen Romantisme Owner Haji Suryo
Sambut Hari Jadi ke-1343,...
Sambut Hari Jadi ke-1343, Pemkot Palembang Percantik Kawasan Bantaran Musi
Potret Ikon Baru Palembang...
Potret Ikon Baru Palembang Tugu Cempako Telok
Potret Lomba Lari Malam...
Potret Lomba Lari Malam Bulan Puasa di Kota Palembang
Rekomendasi
Tinggalkan Karakter...
Tinggalkan Karakter Garang, Kim Mu Yeol Bertransformasi Jadi Dokter Hangat di First Doctor
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Berita Terkini
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved