Siswa SMA di Palopo Dianiaya dan Disekap Teman Sendiri di Sekolah
Senin, 14 Februari 2022 - 17:20 WIB
loading...
Aparat kepolisian Polres Palopo mengamankan sejumlah siswa yang diduga terlibat menganiaya MT, siswa SMA Negeri 3 Palopo. Foto: Istimewa
A
A
A
PALOPO - Siswa SMA Negeri 3 Palopo berinisial MT (15) menjadi korban penganiayaan sejumlah teman sekolahnya. Tak hanya dianiaya, korban juga disekap selama tiga jam di salah satu ruangan sekolah tersebut.
Pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap MT diduga berjumlah lima orang. Mereka disebutkan menganiaya dengan cara memukul dan menendang kepala serta badan korban.
Baca juga:Larang Pacar Minum Miras, Gadis Cantik di Manado Ditonjok hingga Bonyok
Akibatnya, korban mengalami memar dan luka serius di bagian kepala, hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebihlima hari.
Korban awalnya enggan mengungkap bahwa luka yang dialaminya adalah bekas penganiayaan teman sekolahnya. Sebab, korban mengaku diancam oleh pelaku agar tak membocorkan kejadian tersebut.
Namun, orang tua korban membujuk agar anaknya jujur bercerita dan tidak takut mengungkap kejadian sebenarnya. Akhirnya korban bercerita bahwa luka tersebut akibat penganiayaan di dalam lingkungan sekolah SMA Negeri 3, salah satu sekolah unggulan di Kota Palopo.
"Setelah kami pihak keluarga mendengar dan memastikan kejadian sebenarnya, kami langsung melaporkan ke Polres Palopo kasus ini pada tanggal 7 Februari 2022," ujar tante korban, Wati.
Baca juga:Penganiayaan Brutal, Pelajar di Bandung Barat Meregang Nyawa Ditusuk Belati
Tante korban bercerita, selain masih merasakan sakit pada bagian kepala, saat ini keponakannya masih terganggu psikologisnya. "Dia lebih banyak mengurung diri dalam kamar, dan tidak ingin bertemu orang, ada rasa ketakutan berbicara dengan orang," kata Wati.
Kejadian ini pula ikut menganggu kondisi ibu korban, Ratna. "Sejak korban dirawat di rumah sakit Senin hingga Jumat lalu, ibu korban kerap terganggu kesehatannya akibat beban berat memikirkan kondisi anaknya," lanjut Wati.
Mewakili keluarga korban, Wati meminta keadilan. Ia berharap Polres Palopo , tegas dalam menangani kasus ini, dan menghukum para pelaku.
Setelah menerima laporan kejadian ini, jajaran Polres Palopo langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku dan alamatnya.
Baca juga:Viral! Pelajar SMA di Palopo Dianiaya dan Disekap Kakak Kelas di Sekolah
Mengingat para pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar, penyidik melakukan upaya pendekatan kepada para keluarga korban agar menyerahkan anak mereka selama kurun waktulima hari.
Pada Sabtu 13 Februari, sekira pukul 11.00 di Jalan Cakalang, Resmob Polres Palopo mengamankanenam orang siswa yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Lima orang di antaranya mengakui tindakan penganiayaan terhadap MT, sementarasatu orang menyangkal dan menegaskan dirinya tidak terlibat. Mereka yang diamankan yakni, IP (18), BD (17), MR (18), MA (17), AY (18), dan MA (17).
"Setelah menerima laporan tersebut tim melakukan serangkaian penyelidikan terkait keberadaan dan melakukan pendekatan secara kekeluargaan ke keluarga para pelaku agar para pelaku menyerahkan diri," ujar Kapolres Palopo , AKBP Muh Yusuf kepada sejumlah wartawan, Minggu (14/2/2022) kemarin.
Baca juga:Mengerikan, Monyet Uji Coba Chip Otak Neuralink Elon Musk Mati Mengenaskan
"Pukul 11.00 Wita pihak keluarga menyerahkan para pelaku di Jalan Cakalang Kota Palopo, selanjutnya dibawa ke Mako Polres Palopo.Enam orang yang diamankan,lima orang mengakui perbuatannya dansatu orang menyangkal," lanjut Muh Yusuf.
Informasi yang dihimpun SINDOnews, salah seorang pelaku adalah putra orang ternama di Kota Palopo. Keluarga pelaku mencoba upaya damai dengan keluarga korban namun sejauh ini belum ada hasil.
Pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap MT diduga berjumlah lima orang. Mereka disebutkan menganiaya dengan cara memukul dan menendang kepala serta badan korban.
Baca juga:Larang Pacar Minum Miras, Gadis Cantik di Manado Ditonjok hingga Bonyok
Akibatnya, korban mengalami memar dan luka serius di bagian kepala, hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama kurang lebihlima hari.
Korban awalnya enggan mengungkap bahwa luka yang dialaminya adalah bekas penganiayaan teman sekolahnya. Sebab, korban mengaku diancam oleh pelaku agar tak membocorkan kejadian tersebut.
Namun, orang tua korban membujuk agar anaknya jujur bercerita dan tidak takut mengungkap kejadian sebenarnya. Akhirnya korban bercerita bahwa luka tersebut akibat penganiayaan di dalam lingkungan sekolah SMA Negeri 3, salah satu sekolah unggulan di Kota Palopo.
"Setelah kami pihak keluarga mendengar dan memastikan kejadian sebenarnya, kami langsung melaporkan ke Polres Palopo kasus ini pada tanggal 7 Februari 2022," ujar tante korban, Wati.
Baca juga:Penganiayaan Brutal, Pelajar di Bandung Barat Meregang Nyawa Ditusuk Belati
Tante korban bercerita, selain masih merasakan sakit pada bagian kepala, saat ini keponakannya masih terganggu psikologisnya. "Dia lebih banyak mengurung diri dalam kamar, dan tidak ingin bertemu orang, ada rasa ketakutan berbicara dengan orang," kata Wati.
Kejadian ini pula ikut menganggu kondisi ibu korban, Ratna. "Sejak korban dirawat di rumah sakit Senin hingga Jumat lalu, ibu korban kerap terganggu kesehatannya akibat beban berat memikirkan kondisi anaknya," lanjut Wati.
Mewakili keluarga korban, Wati meminta keadilan. Ia berharap Polres Palopo , tegas dalam menangani kasus ini, dan menghukum para pelaku.
Setelah menerima laporan kejadian ini, jajaran Polres Palopo langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi para pelaku dan alamatnya.
Baca juga:Viral! Pelajar SMA di Palopo Dianiaya dan Disekap Kakak Kelas di Sekolah
Mengingat para pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar, penyidik melakukan upaya pendekatan kepada para keluarga korban agar menyerahkan anak mereka selama kurun waktulima hari.
Pada Sabtu 13 Februari, sekira pukul 11.00 di Jalan Cakalang, Resmob Polres Palopo mengamankanenam orang siswa yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Lima orang di antaranya mengakui tindakan penganiayaan terhadap MT, sementarasatu orang menyangkal dan menegaskan dirinya tidak terlibat. Mereka yang diamankan yakni, IP (18), BD (17), MR (18), MA (17), AY (18), dan MA (17).
"Setelah menerima laporan tersebut tim melakukan serangkaian penyelidikan terkait keberadaan dan melakukan pendekatan secara kekeluargaan ke keluarga para pelaku agar para pelaku menyerahkan diri," ujar Kapolres Palopo , AKBP Muh Yusuf kepada sejumlah wartawan, Minggu (14/2/2022) kemarin.
Baca juga:Mengerikan, Monyet Uji Coba Chip Otak Neuralink Elon Musk Mati Mengenaskan
"Pukul 11.00 Wita pihak keluarga menyerahkan para pelaku di Jalan Cakalang Kota Palopo, selanjutnya dibawa ke Mako Polres Palopo.Enam orang yang diamankan,lima orang mengakui perbuatannya dansatu orang menyangkal," lanjut Muh Yusuf.
Informasi yang dihimpun SINDOnews, salah seorang pelaku adalah putra orang ternama di Kota Palopo. Keluarga pelaku mencoba upaya damai dengan keluarga korban namun sejauh ini belum ada hasil.
(luq)
Lihat Juga :