Tangis Ibu Muda: Kini Saya Bisa Melihat Dunia Lagi Berkat MNC Peduli
Kamis, 10 Februari 2022 - 21:24 WIB
loading...
Tangis Iis Rutiasih (28) tak terbendung. Air matanya terus meleleh, sembari berulang kali mengucap syukur. iNews TV/Taufik
A
A
A
SEMARANG - Tangis Iis Rutiasih (28) tak terbendung. Air matanya terus meleleh, sembari berulang kali mengucap syukur. Penglihatannya yang semula buram karena katarak , kini telah pulih. Dia bisa melihat lagi dan kembali mengajari anak-anak belajar serta mengaji.
“Dulu saya enggak bisa melihat, karena sangat terbatas penglihatannya. Saya kasihan anak, karena dia belajar sendiri, ngaji sendiri. Saya kasihan sekali,” kata Iis kepada tim MNC Portal Indonesia (MPI), di SMC RS Telogorejo Semarang, Kamis (10/2/2022).
“Saya terima kasih sekali kepada MNC Peduli , karena berkat program ini saya bisa melihat kembali. Saya bisa mengajari belajar anak saya, bisa mengajari ngaji. Dan saya bisa melihat semua isi dunia ini dengan jelas, saya bisa kembali meneruskan hidup saya,” lanjut dia.
Warga Sumurrejo Gunungpati Kota Semarang Jawa Tengah itu menceritakan, mendadak fungsi penglihatannya menurun sekira dua tahun lalu. Pandangan buram, tak jelas, hingga kesulitan membaca dan membedakan warna.
Diagnosa medis menyatakan, dia terkena katarak. Penyakit itu tak bisa disembuhkan hanya dengan obat tetes mata maupun salep. Operasi dinilai menjadi jalan terbaik untuk memulihkan penglihatannya. Namun, biaya operasi tak sedikit hingga terpaksa menunda tindakan medis itu.
“Dulu saya enggak bisa melihat, karena sangat terbatas penglihatannya. Saya kasihan anak, karena dia belajar sendiri, ngaji sendiri. Saya kasihan sekali,” kata Iis kepada tim MNC Portal Indonesia (MPI), di SMC RS Telogorejo Semarang, Kamis (10/2/2022).
“Saya terima kasih sekali kepada MNC Peduli , karena berkat program ini saya bisa melihat kembali. Saya bisa mengajari belajar anak saya, bisa mengajari ngaji. Dan saya bisa melihat semua isi dunia ini dengan jelas, saya bisa kembali meneruskan hidup saya,” lanjut dia.
Warga Sumurrejo Gunungpati Kota Semarang Jawa Tengah itu menceritakan, mendadak fungsi penglihatannya menurun sekira dua tahun lalu. Pandangan buram, tak jelas, hingga kesulitan membaca dan membedakan warna.
Diagnosa medis menyatakan, dia terkena katarak. Penyakit itu tak bisa disembuhkan hanya dengan obat tetes mata maupun salep. Operasi dinilai menjadi jalan terbaik untuk memulihkan penglihatannya. Namun, biaya operasi tak sedikit hingga terpaksa menunda tindakan medis itu.
Lihat Juga :