Geng Motor Kian Meresahkan di Takalar, Seorang Pelajar Lumpuh Usai Dipanah
Jum'at, 04 Februari 2022 - 15:01 WIB
loading...
Seorang pelajar di Takalar lumpuh usai dipanah oleh geng motor saat perjalanan menuju pelabuhan di Kota Makassar, beberapa waktu lalu. Foto: SINDOnews/Ansar Jumasang
A
A
A
TAKALAR - Fenomena geng motor kembali marak dan menghantui warga Kabupaten Takalar. Aksi anarkistis dari geng motor pun semakin meresahkan, dimana sudah ada tiga korban, khususnya di Kecamatan Galesong Utara.
Bahkan, salah seorang korbannya yakni Akbar (17) dilaporkan mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya usai dipanah di bagian pinggangnya. Sejak diserang pada akhir Januari 2022 hingga sekarang, korban yang berstatus pelajar belum bisa menggerakkan kedua kakinya.
Baca Juga: 13 Pengeroyok Sekuriti di Gowa Diciduk, 3 Pelaku Masih Bocah
Pelajar yang berdomisili di Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara itu kini hanya bisa terbaring di kamarnya. Ia bercerita mendadak diserang geng motor saat mengantar temannya menuju pelabuhan di Kota Makassar pada 27 Januari 2022.
Dalam perjalanan ke Makassar, Akbar mengaku berpapasan dengan geng motor . Ia mengaku tidak tahu menahu kenapa diserang. Mendadak, ia merasakan ada sesuatu yang tertancap di pinggangnya, yang belakangan diketahuinya sesuatu itu adalah anak panah.
“Saat saya melewati rombongan geng motor itu, saya langsung dibusur dan mengenai pinggang saya,” sebut Akbar, kepada SINDOnews, Jumat ( 4/2/2022).
Sama halnya yang dialami Dahlan dan seorang rekannya. Warga asal Desa Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara itu mengaku diserang geng motor yang terdiri sekitar 20 orang. Insiden itu terjadi pada 1 Februari 2022 pada pukul 10.00 WITA.
Bahkan, salah seorang korbannya yakni Akbar (17) dilaporkan mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya usai dipanah di bagian pinggangnya. Sejak diserang pada akhir Januari 2022 hingga sekarang, korban yang berstatus pelajar belum bisa menggerakkan kedua kakinya.
Baca Juga: 13 Pengeroyok Sekuriti di Gowa Diciduk, 3 Pelaku Masih Bocah
Pelajar yang berdomisili di Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara itu kini hanya bisa terbaring di kamarnya. Ia bercerita mendadak diserang geng motor saat mengantar temannya menuju pelabuhan di Kota Makassar pada 27 Januari 2022.
Dalam perjalanan ke Makassar, Akbar mengaku berpapasan dengan geng motor . Ia mengaku tidak tahu menahu kenapa diserang. Mendadak, ia merasakan ada sesuatu yang tertancap di pinggangnya, yang belakangan diketahuinya sesuatu itu adalah anak panah.
“Saat saya melewati rombongan geng motor itu, saya langsung dibusur dan mengenai pinggang saya,” sebut Akbar, kepada SINDOnews, Jumat ( 4/2/2022).
Sama halnya yang dialami Dahlan dan seorang rekannya. Warga asal Desa Pakkabba, Kecamatan Galesong Utara itu mengaku diserang geng motor yang terdiri sekitar 20 orang. Insiden itu terjadi pada 1 Februari 2022 pada pukul 10.00 WITA.
Lihat Juga :