PBNU-KKP Kerjasama Bantu Akses Permodalan dan Pasar Kampung Nelayan di Manggarai Barat
Kamis, 03 Februari 2022 - 17:03 WIB
loading...
Ketua PBNU, H Umarsyah menyatakan program binaan kampung nelayan atau pendampingan dilakukan untuk membukakan akses permodalan dan pasar. Foto/Ist
A
A
A
MANGGARAI BARAT - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menyiapkan formulasi yang tepat dan efektif untuk dijadikan model binaan kampung nelayan. Sebagai pilot projek akan dilakukan pencanangan kampung nelayan calon binaan NU di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 5 Februari 2022.
Pencanangan ini bagian dari rangkaian Harlah NU ke-96 yang diselenggarakan di Labuan Bajo, NTT. Model ini akan diterapkan PBNU dalam upaya program pendampingan terhadap komunitas masyarakat nelayan di sejumlah daerah agar bisa meningkatkan kesejahteraan.
Baca juga: PBNU Tetapkan Awal Bulan Rajab 1443 H Jatuh pada 3 Februari 2022
Khususnya terkait dengan akses permodalan dan akses pasar bagi nelayan perikanan tangkap.
"Problematika utama nelayan perikanan tangkap umumnya adalah mengalami kesulitan modal. Baik itu modal kerja yabg berupa sembako dan solar, maupun modal investasi berupa kapal seperlengkapannya dan dan akses pasar. Ini yang harus bisa diatasi tim kita dalam mengimplementasikan MoU (nota kesepahaman) PBNU dan KKP," kata Ketua PBNU, H Umarsyah, Kamis (3/2/2022).
Dengan keterbatasan itu maka aktivitas nelayan miskin sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya seperti perlengkapan cold storage, garam dan es. Termasuk miskin sarana dan prasarana jalan menuju akses pasar. Konskuensinya, para nelayan harus terburu-buru untuk bisa menjual hasil tangkapannya.
Pencanangan ini bagian dari rangkaian Harlah NU ke-96 yang diselenggarakan di Labuan Bajo, NTT. Model ini akan diterapkan PBNU dalam upaya program pendampingan terhadap komunitas masyarakat nelayan di sejumlah daerah agar bisa meningkatkan kesejahteraan.
Baca juga: PBNU Tetapkan Awal Bulan Rajab 1443 H Jatuh pada 3 Februari 2022
Khususnya terkait dengan akses permodalan dan akses pasar bagi nelayan perikanan tangkap.
"Problematika utama nelayan perikanan tangkap umumnya adalah mengalami kesulitan modal. Baik itu modal kerja yabg berupa sembako dan solar, maupun modal investasi berupa kapal seperlengkapannya dan dan akses pasar. Ini yang harus bisa diatasi tim kita dalam mengimplementasikan MoU (nota kesepahaman) PBNU dan KKP," kata Ketua PBNU, H Umarsyah, Kamis (3/2/2022).
Dengan keterbatasan itu maka aktivitas nelayan miskin sarana dan prasarana pendukung. Di antaranya seperti perlengkapan cold storage, garam dan es. Termasuk miskin sarana dan prasarana jalan menuju akses pasar. Konskuensinya, para nelayan harus terburu-buru untuk bisa menjual hasil tangkapannya.
Lihat Juga :