Genting! 45 Pelajar Kabupaten Bekasi Terpapar Covid-19
Kamis, 03 Februari 2022 - 06:59 WIB
loading...
Pemkab Bekasi menyebutkan 45 pelajar di wilayahnya terpapar Covid-19. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Sebanyak 45 pelajar yang bersekolah di wilayah Kabupaten Bekasi dinyatakan terpapar Covid-19. Diketahui jumlah tersebut merupakan catatan selama periode Januari 2022 hingga hari ini.
”Dari laporan yang sudah kami terima, ada 45 siswa yang positif Covid-19. Jumlah itu belum termasuk dua siswa di SMAN 6 Tambun Selatan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah, Kamis (3/2/2022). Baca juga: Covid-19 Melonjak, Bamsoet Usul Lockdown Regional
Alamsyah mengatakan, jumlah kasus tersebar secara tidak merata. Artinya, siswa terkonfirmasi positif Covid-19 hanya ada di sejumlah wilayah kecamatan. ”Tidak merata, tapi yang bisa saya sampaikan ada di Kecamatan Setu, Cibitung, Babelan dan Tambun Selatan,” jelasnya
Menurut dia, siswa dan siswi yang terpapar bukan disebabkan oleh adanya klaster sekolah atau saat menjalani PTMT di sekolah. Namun, karena kerap mengikuti aktivitas lain di luar sekolah.”Kebanyakan mereka tertular di luar sekolah,” ujarnya. Baca juga: PTM di Jakarta Akan Dihentikan, Wagub Ariza Tegaskan Baru Usulan
”Jadi saat mereka melakukan aktivitas di luar bersama orang tua, atau kegiatan yang lain, bukan saat PTM. Hampir sama kasusnya sepeti di perusahaan, kebanyakan mereka kenanya di luar tempat bekerja,” ungkapnya.
”Dari laporan yang sudah kami terima, ada 45 siswa yang positif Covid-19. Jumlah itu belum termasuk dua siswa di SMAN 6 Tambun Selatan,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah, Kamis (3/2/2022). Baca juga: Covid-19 Melonjak, Bamsoet Usul Lockdown Regional
Alamsyah mengatakan, jumlah kasus tersebar secara tidak merata. Artinya, siswa terkonfirmasi positif Covid-19 hanya ada di sejumlah wilayah kecamatan. ”Tidak merata, tapi yang bisa saya sampaikan ada di Kecamatan Setu, Cibitung, Babelan dan Tambun Selatan,” jelasnya
Menurut dia, siswa dan siswi yang terpapar bukan disebabkan oleh adanya klaster sekolah atau saat menjalani PTMT di sekolah. Namun, karena kerap mengikuti aktivitas lain di luar sekolah.”Kebanyakan mereka tertular di luar sekolah,” ujarnya. Baca juga: PTM di Jakarta Akan Dihentikan, Wagub Ariza Tegaskan Baru Usulan
”Jadi saat mereka melakukan aktivitas di luar bersama orang tua, atau kegiatan yang lain, bukan saat PTM. Hampir sama kasusnya sepeti di perusahaan, kebanyakan mereka kenanya di luar tempat bekerja,” ungkapnya.
Lihat Juga :