Ketakutan Kena Corona, Lelaki Blitar Tewas Bakar Diri
Kamis, 23 April 2020 - 18:44 WIB
loading...
A
A
A
Belum lama menjalani perawatan sekitar pukul 10.00 WIB korban meninggal dunia. Karena alasan berstatus ODP dari Kalimantan, menurut Yanuar pihak rumah sakit, kemudian menerapkan protokoler pemakaman Covid-19.
Dari video yang beredar, sedikitnya 8 petugas medis RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dengan baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, melaksanakan prosesi pemakaman.
Jenazah korban ditempatkan dalam sebuah peti dimana 8 petugas yang mengerjakan seluruh proses pemakaman. Dalam video yang beredar, usai jasad diturunkan di liang lahat, petugas melepas seluruh baju APD, dan dikuburkan bersama sama.
"Dari keterangan yang kami terima dari rumah sakit status yang bersangkutan meningkat menjadi PDP (Pasien dalam Pengawasan). Karenanya pemakaman diterapkan protokoler Covid-19," kata Yanuar.
Dalam kesempatan itu Yanuar juga mengatakan, Jumat besok (24/4/2020) pihaknya akan menanyakan hasil tes kesehatan korban. Sebab jika dinyatakan positif Covid-19, semua orang yang pernah kontak erat perlu dilakukan rapid test. Dikonfirmasi terpisah Camat Nglegok Aan Ernawanto membenarkan yang dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Nglegok berstatus ODP Corona. (Baca juga : Tertabrak Kereta, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Sergai )
Namun terkait apakah yang bersangkutan positif atau negatif, menurut dia, belum ada penjelasan dari petugas kesehatan. "Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi ke puskesmas Nglegok," kata dia singkat.
Dari video yang beredar, sedikitnya 8 petugas medis RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dengan baju Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, melaksanakan prosesi pemakaman.
Jenazah korban ditempatkan dalam sebuah peti dimana 8 petugas yang mengerjakan seluruh proses pemakaman. Dalam video yang beredar, usai jasad diturunkan di liang lahat, petugas melepas seluruh baju APD, dan dikuburkan bersama sama.
"Dari keterangan yang kami terima dari rumah sakit status yang bersangkutan meningkat menjadi PDP (Pasien dalam Pengawasan). Karenanya pemakaman diterapkan protokoler Covid-19," kata Yanuar.
Dalam kesempatan itu Yanuar juga mengatakan, Jumat besok (24/4/2020) pihaknya akan menanyakan hasil tes kesehatan korban. Sebab jika dinyatakan positif Covid-19, semua orang yang pernah kontak erat perlu dilakukan rapid test. Dikonfirmasi terpisah Camat Nglegok Aan Ernawanto membenarkan yang dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Nglegok berstatus ODP Corona. (Baca juga : Tertabrak Kereta, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Sergai )
Namun terkait apakah yang bersangkutan positif atau negatif, menurut dia, belum ada penjelasan dari petugas kesehatan. "Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi ke puskesmas Nglegok," kata dia singkat.
(nfl)
Lihat Juga :