Soal Jenazah Diantar Motor, DPRD Bone Cecar RS Datu Pancaitana
Rabu, 02 Februari 2022 - 19:47 WIB
loading...
Komisi IV DPRD Bone mengundang manajemen RS Datu Pancaitana soal viralnya seorang warga yang terpaksa mengantar jenazah anaknya menggunakan motor dalam rapat di Ruang Komisi IV DPRD Bone, Rabu (2/2/2022). Foto: Sindonews/Justang Muhammad
A
A
A
BONE - Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Bone mencecar manajemen Rumah Sakit (RS) Datu Pancaitana soal viralnya seorang warga yang terpaksa mengantar jenazah anaknya menggunakan motor.
Problem itu mengemuka dalam rapat yang dipimpin di Ruang Komisi IV DPRD Bone, Jl Kompleks Stadion Lapatau, Kota Watampone, Rabu (2/2/2022). Direktur RS Datu Pancaitana hadir memenuhi undangan pertemuan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Asdar membawa jenazah anaknya lantaran tidak punya uang untuk membayar biaya ambulans. Biaya sewa Rp700 ribu, namun uangnya hanya Rp600 ribu.
Baca Juga:Duit Tak Cukup Bayar Ambulans, Warga Sinjai Bawa Pulang Jenazah Bayinya Pakai Motor
Anggota Komisi IV DPRD Bone, Rangga Risa Swara menyoroti pelayanan manajemen terkait itu. Padahal, anggaran operasional ambulans dianggarkan cukup tinggi mencapai Rp58 juta.
"Kemudian sopir (ambulans) inikan langsung menyebutkan harga sewanya. Kenapa bisa langsung menentukan angkanya (Rp 700 ribu), apa dasarnya ini," tutur politisi PPP Bone.
Ketua Komisi IV DPRD Bone, dr A Ryad Padjalangi meminta agar pelayanan RS dievaluasi. Utamanya prosedur pemakaian dan pengantaran ambulans RS. Kejadian itu jangan sampai teulang.
"Kejdian ini sangat menggemparkan dan perlu kedepan adalah pembenahan manajemen. Bayangkan karena kejadian ini, gubernur sampai minta maaf," pinta Ketua Fraksi Golkar DPRD Bone itu.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, A Muh Salam. Menekankan, pihak RS harus mengedepankan rasa kemanusiaan. Manajemen RS harusnya peka atas kondisi masyarakat.
"Memang ada SOP, tarif ambulans diatur di Perda. Tapi tidak berarti tidak boleh ada kebijakan. Harapan kami, kejadian ini tidak lagi terulang," tegas Ketua Fraksi Nasdem ini.
Sementara anggota Komisi IV DPRD Bone, A Purnama Sari menekankan perlunya koordinasi pihak RS. "Ketika ada permintaan masyarakat dan pihak rumah sakit tidak mampu, maka koordinasikan dengan layanan sosial di luar. Kan banyak bisa dimanfaatkan," ucapnya.
Baca Juga:Jenazah Anak Dibawa Pakai Motor, Manajemen RS Diminta Dievaluasi
Direktur RS Pancaitana, dr Syamsiar menyesalkan kejadian ini. Dia mengaku sudah mengutus tim menemui keluarga untuk meminta maaf. “Kejadian ini murni karena adanya miskomunikasi," ucapnya.
Dia berkomitmen segera berbenah. Sopir ambulans ditegaskan tak boleh menetapkan tarif biaya sewa sendiri. "Jadi keluarga pasien nantinya tidak boleh lagi berhubungan langsung dengan supir soal pembayaran. Tetapi harus melalui manajemen," tegas Syamsiar.
Diketahui, Asdar membonceng jenazah bayinya berangkat dari Kabupaten Bone sekitar pukul 21.00 WITA, Minggu (30/1/2022), dengan kondisi jenazah dibungkus sarung dan tiba dikediamannya pada pukul 22.30 WITA.
Bayi pasangan Asdar dan Juliatun Mariani dirujuk ke RSUD Datu Pancaitana setelah alat bantu pernapasan yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP) semua terpakai di RSUD Sinjai.
Baca Juga:Warga Sinjai Bonceng Jenazah Anak, Kepala Dinkes Angkat Bicara
Problem itu mengemuka dalam rapat yang dipimpin di Ruang Komisi IV DPRD Bone, Jl Kompleks Stadion Lapatau, Kota Watampone, Rabu (2/2/2022). Direktur RS Datu Pancaitana hadir memenuhi undangan pertemuan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Asdar membawa jenazah anaknya lantaran tidak punya uang untuk membayar biaya ambulans. Biaya sewa Rp700 ribu, namun uangnya hanya Rp600 ribu.
Baca Juga:Duit Tak Cukup Bayar Ambulans, Warga Sinjai Bawa Pulang Jenazah Bayinya Pakai Motor
Anggota Komisi IV DPRD Bone, Rangga Risa Swara menyoroti pelayanan manajemen terkait itu. Padahal, anggaran operasional ambulans dianggarkan cukup tinggi mencapai Rp58 juta.
"Kemudian sopir (ambulans) inikan langsung menyebutkan harga sewanya. Kenapa bisa langsung menentukan angkanya (Rp 700 ribu), apa dasarnya ini," tutur politisi PPP Bone.
Ketua Komisi IV DPRD Bone, dr A Ryad Padjalangi meminta agar pelayanan RS dievaluasi. Utamanya prosedur pemakaian dan pengantaran ambulans RS. Kejadian itu jangan sampai teulang.
"Kejdian ini sangat menggemparkan dan perlu kedepan adalah pembenahan manajemen. Bayangkan karena kejadian ini, gubernur sampai minta maaf," pinta Ketua Fraksi Golkar DPRD Bone itu.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, A Muh Salam. Menekankan, pihak RS harus mengedepankan rasa kemanusiaan. Manajemen RS harusnya peka atas kondisi masyarakat.
"Memang ada SOP, tarif ambulans diatur di Perda. Tapi tidak berarti tidak boleh ada kebijakan. Harapan kami, kejadian ini tidak lagi terulang," tegas Ketua Fraksi Nasdem ini.
Sementara anggota Komisi IV DPRD Bone, A Purnama Sari menekankan perlunya koordinasi pihak RS. "Ketika ada permintaan masyarakat dan pihak rumah sakit tidak mampu, maka koordinasikan dengan layanan sosial di luar. Kan banyak bisa dimanfaatkan," ucapnya.
Baca Juga:Jenazah Anak Dibawa Pakai Motor, Manajemen RS Diminta Dievaluasi
Direktur RS Pancaitana, dr Syamsiar menyesalkan kejadian ini. Dia mengaku sudah mengutus tim menemui keluarga untuk meminta maaf. “Kejadian ini murni karena adanya miskomunikasi," ucapnya.
Dia berkomitmen segera berbenah. Sopir ambulans ditegaskan tak boleh menetapkan tarif biaya sewa sendiri. "Jadi keluarga pasien nantinya tidak boleh lagi berhubungan langsung dengan supir soal pembayaran. Tetapi harus melalui manajemen," tegas Syamsiar.
Diketahui, Asdar membonceng jenazah bayinya berangkat dari Kabupaten Bone sekitar pukul 21.00 WITA, Minggu (30/1/2022), dengan kondisi jenazah dibungkus sarung dan tiba dikediamannya pada pukul 22.30 WITA.
Bayi pasangan Asdar dan Juliatun Mariani dirujuk ke RSUD Datu Pancaitana setelah alat bantu pernapasan yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP) semua terpakai di RSUD Sinjai.
Baca Juga:Warga Sinjai Bonceng Jenazah Anak, Kepala Dinkes Angkat Bicara
(agn)
Lihat Juga :