Mengenal Wayang Potehi Kesenian Asal Cina Ternyata Ada di Gowa
Rabu, 02 Februari 2022 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
''Biasanya kesenian Wayang Potehi dimainkan oleh beberapa orang, termasuk sang Dalang sendiri,'' ucap Ko David.
Jika melirik, kata Potehi berasal dari penggalan kata Po yang berarti kain, Te adalah kantong, sedangkan Hi sendiri adalah wayang. Jadi jika digabungkan Potehi memiliki arti wayang boneka yang terbuat dari kain.
''Dari sejarahnya sendri Wayang Potehi awalnya dimainkan oleh lima orang tahanan yang sudah divonis hukuman mati oleh sang Kaisar. Namun, satu dari lima orang tahanan tersebut berinisiatif uhntuk menghibur ke empat rekannya yang terus bersedih memikirkan nasibnya dikeesokan hari untuk menjalani hukuman mati,'' jesalnya.
Sehingga kata dia, kelimanya kompak dengan memanfaatkan percak kain, panci serta piring dan benda benda lainnya yang ada di dalam ruang tahanan.
''Kemudian kelima tahanan tersebut mulai memainkan pertunjukan Wayang Potehi hingga terdengar ke oleh sang Kaisar sehingga mereka berlima ini menuai pujian,'' tutur sang Dalang.
Sang Kaisar yang merasa terhibur akhirnya memutuskan untuk tidak menghukum mati kelima tahanan tersebut, akan tetapi mereka dijadikan abdi dalam untuk menghibur Kaisar dan para tahanan.
Jika melirik, kata Potehi berasal dari penggalan kata Po yang berarti kain, Te adalah kantong, sedangkan Hi sendiri adalah wayang. Jadi jika digabungkan Potehi memiliki arti wayang boneka yang terbuat dari kain.
''Dari sejarahnya sendri Wayang Potehi awalnya dimainkan oleh lima orang tahanan yang sudah divonis hukuman mati oleh sang Kaisar. Namun, satu dari lima orang tahanan tersebut berinisiatif uhntuk menghibur ke empat rekannya yang terus bersedih memikirkan nasibnya dikeesokan hari untuk menjalani hukuman mati,'' jesalnya.
Sehingga kata dia, kelimanya kompak dengan memanfaatkan percak kain, panci serta piring dan benda benda lainnya yang ada di dalam ruang tahanan.
''Kemudian kelima tahanan tersebut mulai memainkan pertunjukan Wayang Potehi hingga terdengar ke oleh sang Kaisar sehingga mereka berlima ini menuai pujian,'' tutur sang Dalang.
Sang Kaisar yang merasa terhibur akhirnya memutuskan untuk tidak menghukum mati kelima tahanan tersebut, akan tetapi mereka dijadikan abdi dalam untuk menghibur Kaisar dan para tahanan.
Lihat Juga :