PJB Kembangkan Co-Firing Manfaatkan EBT, Apa Itu?
Jum'at, 12 Juni 2020 - 11:02 WIB
loading...
PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) mulai melakukan Go Live Komersial Co-Firing Biomassa PLTU Paiton 2 x 400 MW yang bisa memanfaatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) mulai melakukan Go Live Komersial Co-Firing Biomassa PLTU Paiton 2 x 400 MW. Langkah ini dilakukan untuk memperkokoh diri sebagai pionir dalam melakukan akselerasi pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Penggunaan energi berupa Biomassa merupakan salah satu potensi energi terbesar di dunia. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan target Bauran Energi Nasional. Kementrian ESDM sendiri melihat potensi energi biomassa Indonesia, secara teoritis diperkirakan mencapai sekitar 32 Gigawatt (GW).
Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara menuturkan, keunggulan dari inovasi Co-Firing ini adalah pengurangan penggunaan fossil fuel power plant menjadi green power plant. Sehingga mengurangi emisi SOx dan NOx, mendukung target bauran EBT 23% pada 2025 tanpa diperlukan investasi pembangkit EBT baru yang memerlukan CAPEX cukup besar.
“Ini adalah salah satu inovasi untuk mengurangi pemanasan global yang terjadi di dunia,” kata Iwan, Jumat (12/6/2020).
Ia melanjutkan, PT PJB telah melakukan riset biomassa sejak 2017 dengan beberapa Lembaga riset nasional, perguruan tinggi dan OEM Boiler manufacture dalam studi biomassa. Pihaknya mulai melakukan pengujian Co-Firing ini sejak September 2019 pada pilot project di PLTU Paiton.
Penggunaan energi berupa Biomassa merupakan salah satu potensi energi terbesar di dunia. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan target Bauran Energi Nasional. Kementrian ESDM sendiri melihat potensi energi biomassa Indonesia, secara teoritis diperkirakan mencapai sekitar 32 Gigawatt (GW).
Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara menuturkan, keunggulan dari inovasi Co-Firing ini adalah pengurangan penggunaan fossil fuel power plant menjadi green power plant. Sehingga mengurangi emisi SOx dan NOx, mendukung target bauran EBT 23% pada 2025 tanpa diperlukan investasi pembangkit EBT baru yang memerlukan CAPEX cukup besar.
“Ini adalah salah satu inovasi untuk mengurangi pemanasan global yang terjadi di dunia,” kata Iwan, Jumat (12/6/2020).
Ia melanjutkan, PT PJB telah melakukan riset biomassa sejak 2017 dengan beberapa Lembaga riset nasional, perguruan tinggi dan OEM Boiler manufacture dalam studi biomassa. Pihaknya mulai melakukan pengujian Co-Firing ini sejak September 2019 pada pilot project di PLTU Paiton.
Lihat Juga :