Sosok Ainun Najib, Rajin Puasa Daud saat Kuliah di Singapura
Senin, 31 Januari 2022 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, Ainun Najib tetap pemuda desa yang tidak melambung karena sanjungan dan prestasi. Tetap rendah diri dan tidak melupakan kebiasaan masa kecilnya. Dia sadar bahwa pada 20 Oktober 1985 lalu, dia dilahirkan di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, Gresik.
Sekolah di MI Islamiyah Ganggang. Melanjutkan SMP Negeri 1 Balongpanggang. Selanjutnya sekolah favorit di SMA Negeri 5 Surabaya. Kemudian mendapat beasiswa Universitas Tehnologi Nanyang (NTU) Singapura dengan jurusan Computer Engineering.
Baca juga: Jokowi Minta Kiai NU Bujuk Ainun Najib, Pendiri KawalCovid19 Balik ke Indonesia
Pengakuan Abdul Rozak, saat sekolah di Surabaya dan Singapura itulah, anaknya sering melakukan tirakat. Di Surabaya kerap puasa sunnah Senin dan Kamis. Kebiasan itu berlanjut di Singapura. Bahkan, saat di NTU Singapura selama empat tahun berpuasa sunnah Daud yaitu puasa sehari dan seharinya tidak puasa.
“Itu bukan semata-mata. Namun, lebih karena tidak ada biaya hidup. Tidak ada uang saku. Apalagi, hidup di Singapura mahal. Jadi selama empat tahun di Singapura itu saya lepaskan, tidak saya kirimi uang dan tidak kami sambangi. Saya dan ibunya baru sambang saat wisuda,” ungkapnya.
Sekolah di MI Islamiyah Ganggang. Melanjutkan SMP Negeri 1 Balongpanggang. Selanjutnya sekolah favorit di SMA Negeri 5 Surabaya. Kemudian mendapat beasiswa Universitas Tehnologi Nanyang (NTU) Singapura dengan jurusan Computer Engineering.
Baca juga: Jokowi Minta Kiai NU Bujuk Ainun Najib, Pendiri KawalCovid19 Balik ke Indonesia
Pengakuan Abdul Rozak, saat sekolah di Surabaya dan Singapura itulah, anaknya sering melakukan tirakat. Di Surabaya kerap puasa sunnah Senin dan Kamis. Kebiasan itu berlanjut di Singapura. Bahkan, saat di NTU Singapura selama empat tahun berpuasa sunnah Daud yaitu puasa sehari dan seharinya tidak puasa.
“Itu bukan semata-mata. Namun, lebih karena tidak ada biaya hidup. Tidak ada uang saku. Apalagi, hidup di Singapura mahal. Jadi selama empat tahun di Singapura itu saya lepaskan, tidak saya kirimi uang dan tidak kami sambangi. Saya dan ibunya baru sambang saat wisuda,” ungkapnya.
Lihat Juga :