Nestapa Warga Desa Miliarder di Tuban yang Kini Bangkrut, Makan Susah dan Banyak Utang
Jum'at, 28 Januari 2022 - 11:42 WIB
loading...
Warga desa miliarder di Tuban bangkrut. Foto: Tangkapan layar/Pipiet
A
A
A
TUBAN - Warga desa miliarder di Tuban, Jawa Timur, kini kesulitan mendapatkan pekerjaan di Pertamina kilang minyak, seperti yang dijanjikan Pertamina saat pembebasan lahan dulu.
Bahkan, warga kampung baru yang rekolasi mandiri itu tidak semua mendapatkan keberuntungan dengan di pekerjakan di Pertamina kilang minyak. Sementara, untuk menyambung hidup mereka mulai utang sana sini.
Aktivitas warga di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini seperti kampung mati setelah seluruh warganya direlokasi oleh Pertamina kilang minyak.
Baca juga: Kisah Tragis Warga Desa Miliarder di Tuban, Kini untuk Makan Terpaksa Harus Jual Sapi
Tercatat, ada puluhan kepala keluarga (KK) yang telah pindah atau direlokasi. Rencananya, kampung mati itu akan digunakan oleh Pertamina untuk Grass Root Refinery (GRR) Tuban.
Yang mengenaskan, ternyata tidak semua warga mendapatkan uang ganti untung miliaran seperti yang viral tahun lalu.
Salah seorang warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Sulikan mengatakan, dirinya mendapat ganti untung hanya Rp119 juta. Uang itu diakuinya tidak cukup untuk membangun kembali rumahnya.
Baca: GRR Tuban Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal untuk Kilang, Sudah Libatkan Lebih 300 Pekerja
"Buat membangun rumah baru saja tidak cukup. Akhirnya saya terpaksa utang sana sini untuk membangun rumah baru di lahan rekolasi mandiri ini," katanya, Jumat (28/1/2022).
Yang tambah miris, uang tersebut tidak termasuk membeli tanah yang sekarang ditempatinya. Dengan demikian, maka untuk status tanah yang ditempati Sulikan saat ini, menumpang milik saudara sendiri.
Penderitaan Sulikan semakin menjadi setelah terima musibah kecelakaan bulan lalu, dan dirinya saat ini tidak bisa bekerja. Sedang kedua anaknya juga menganggur, sempat melamar kerja di Pertamina tapi ditolak.
Baca: 700 Orang Jadi Korban Investasi Bodong di Tuban, Total Kerugian Tembus Rp42 Miliar
Kenyataan pahit ini banyak dirasakan warga yang direlokasi oleh Pertamina kilang minyak. Sulikan dan sejumlah warga lainnya pun menyesal dengan janji manis yang sempat ditawarkan dulu.
"Pihak Pertamina tidak sesuai janjinya saat pembebasan lahan dulu yang katanya akan memprioritaskan warga sekitar untuk bekerja di Pertamina," sambungnya.
Parahnya lagi, warga Desa Wadung dan Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, kini mulai bangkrut dan susah mencari kerja. Padahal, sebelumnya warga di desa itu disebut-sebut jadi miliarder.
Baca: Ribuan Buruh Blokade Jalan, Jalur Pantura Tuban Lumpuh Berjam-jam
Saat itu, setelah mendapatkan ganti untung dari Pertamina mereka berbondong-bondong membeli mobil mewah, pada Februari 2021. Kini, warga itu merasa sangat kesulitan, bahkan untuk sekedar makan dan menyambung hidup.
Sementara itu, Kepala Desa Wadung Sasmito mengatakan, dirinya akan menagih janji Pertamina untuk lapangan kerja.
"Saat pembebasan lahan dulu, Pertamina sempat menjanjikan pekerjaan bagi warga desa setempat yang terdampak langsung oleh pembangunan proyek kilang minyak Tuban," sambungnya.
Dilanjutkan dia, karena ditawari pekerjaan oleh Pertamina, maka warga berani melepas tanah miliknya. Apalagi, lokasi mereka berada di ring satu kilang minyak Tuban.
Bahkan, warga kampung baru yang rekolasi mandiri itu tidak semua mendapatkan keberuntungan dengan di pekerjakan di Pertamina kilang minyak. Sementara, untuk menyambung hidup mereka mulai utang sana sini.
Aktivitas warga di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini seperti kampung mati setelah seluruh warganya direlokasi oleh Pertamina kilang minyak.
Baca juga: Kisah Tragis Warga Desa Miliarder di Tuban, Kini untuk Makan Terpaksa Harus Jual Sapi
Tercatat, ada puluhan kepala keluarga (KK) yang telah pindah atau direlokasi. Rencananya, kampung mati itu akan digunakan oleh Pertamina untuk Grass Root Refinery (GRR) Tuban.
Yang mengenaskan, ternyata tidak semua warga mendapatkan uang ganti untung miliaran seperti yang viral tahun lalu.
Salah seorang warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Sulikan mengatakan, dirinya mendapat ganti untung hanya Rp119 juta. Uang itu diakuinya tidak cukup untuk membangun kembali rumahnya.
Baca: GRR Tuban Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal untuk Kilang, Sudah Libatkan Lebih 300 Pekerja
"Buat membangun rumah baru saja tidak cukup. Akhirnya saya terpaksa utang sana sini untuk membangun rumah baru di lahan rekolasi mandiri ini," katanya, Jumat (28/1/2022).
Yang tambah miris, uang tersebut tidak termasuk membeli tanah yang sekarang ditempatinya. Dengan demikian, maka untuk status tanah yang ditempati Sulikan saat ini, menumpang milik saudara sendiri.
Penderitaan Sulikan semakin menjadi setelah terima musibah kecelakaan bulan lalu, dan dirinya saat ini tidak bisa bekerja. Sedang kedua anaknya juga menganggur, sempat melamar kerja di Pertamina tapi ditolak.
Baca: 700 Orang Jadi Korban Investasi Bodong di Tuban, Total Kerugian Tembus Rp42 Miliar
Kenyataan pahit ini banyak dirasakan warga yang direlokasi oleh Pertamina kilang minyak. Sulikan dan sejumlah warga lainnya pun menyesal dengan janji manis yang sempat ditawarkan dulu.
"Pihak Pertamina tidak sesuai janjinya saat pembebasan lahan dulu yang katanya akan memprioritaskan warga sekitar untuk bekerja di Pertamina," sambungnya.
Parahnya lagi, warga Desa Wadung dan Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, kini mulai bangkrut dan susah mencari kerja. Padahal, sebelumnya warga di desa itu disebut-sebut jadi miliarder.
Baca: Ribuan Buruh Blokade Jalan, Jalur Pantura Tuban Lumpuh Berjam-jam
Saat itu, setelah mendapatkan ganti untung dari Pertamina mereka berbondong-bondong membeli mobil mewah, pada Februari 2021. Kini, warga itu merasa sangat kesulitan, bahkan untuk sekedar makan dan menyambung hidup.
Sementara itu, Kepala Desa Wadung Sasmito mengatakan, dirinya akan menagih janji Pertamina untuk lapangan kerja.
"Saat pembebasan lahan dulu, Pertamina sempat menjanjikan pekerjaan bagi warga desa setempat yang terdampak langsung oleh pembangunan proyek kilang minyak Tuban," sambungnya.
Dilanjutkan dia, karena ditawari pekerjaan oleh Pertamina, maka warga berani melepas tanah miliknya. Apalagi, lokasi mereka berada di ring satu kilang minyak Tuban.
(hsk)
Lihat Juga :