Tingkatkan Kapasitas Nazhir, BWI Gelar Palatihan Kompetensi, Sertifikasi dan E-Reporting Wakaf
Rabu, 26 Januari 2022 - 21:48 WIB
loading...
Ketua LPSBWI, Prof. Nurul Huda memberikan keterangan soal kegiatan pelatihan nazhir di Yogyakarta, Rabu (26/1/2022). Foto Priyo Setyawan
A
A
A
JOGJAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggelar pelatihan kompetensi, sertifikasi dan e-reporting wakaf bagi profesi nazhir (penerima wakaf harta benda dari wakif) di Jogjakarta. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu Rabu-Jumat (26-18/1/2022)
Tercatat ada 25 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari perwakilan BWI daerah di Indonesia, lembaga keuangan syariah penerima wakaf dan perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag). Baca juga:
Dongkrak Penerimaan Wakaf, Digitalisasi Wakaf Perlu Digelorakan
Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi BWI (LSPBWI) Prof. Nurul Huda mengatakan, pelatihan tersebut memberikan bekal guna meningkatkan keterampilan dan kemapuan nazhir dalam bidang perencanaan harta wakaf dengan baik dan tansparan.
“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para nazhir bisa membuat laporan perencanaan penerimaan harta wakaf yang baik dan transparan,” kata Prof. Nurul, Rabu (26/1/2022).
Selain itu, para nazhir juga diharapkan dapat mengelola wakaf secara transparan dengan output berupa laporan, baik keuangan dan kinerja yang dapat diakses oleh wakif (orang yang memberika wakaf). Dengan itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap nazhir meningkat dan berimbas pada kenaikan wakaf di kalangan masyarakat.
“Karena itu dalam kegiatan ini, kami memberikan beberapa langkah untuk meningkatkan kemampuan nazhir dalam menghimpun dana wakaf. Sekaligus merubah mindset dari klasikal bergesar lebi modern dalam pengelolaan wakaf,” jelasnya.
Tercatat ada 25 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari perwakilan BWI daerah di Indonesia, lembaga keuangan syariah penerima wakaf dan perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag). Baca juga:
Dongkrak Penerimaan Wakaf, Digitalisasi Wakaf Perlu Digelorakan
Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi BWI (LSPBWI) Prof. Nurul Huda mengatakan, pelatihan tersebut memberikan bekal guna meningkatkan keterampilan dan kemapuan nazhir dalam bidang perencanaan harta wakaf dengan baik dan tansparan.
“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para nazhir bisa membuat laporan perencanaan penerimaan harta wakaf yang baik dan transparan,” kata Prof. Nurul, Rabu (26/1/2022).
Selain itu, para nazhir juga diharapkan dapat mengelola wakaf secara transparan dengan output berupa laporan, baik keuangan dan kinerja yang dapat diakses oleh wakif (orang yang memberika wakaf). Dengan itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap nazhir meningkat dan berimbas pada kenaikan wakaf di kalangan masyarakat.
“Karena itu dalam kegiatan ini, kami memberikan beberapa langkah untuk meningkatkan kemampuan nazhir dalam menghimpun dana wakaf. Sekaligus merubah mindset dari klasikal bergesar lebi modern dalam pengelolaan wakaf,” jelasnya.
Lihat Juga :