9 Lapak Semi Permanen di Eks Pasar Sentral Maros Terbakar
Rabu, 26 Januari 2022 - 16:13 WIB
loading...
Garis polisi terpasang di sekitar lokasi kebakaran di eks pasar sentral Kabupaten Maros, Rabu (26/1/2022). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Sembilan lapak semi permanen milik pedagang di bekas pasar sentral Kabupaten Maros ludes terbakar sekitar pukul 02.45 Wita, Rabu (26/1/2022).
Kapolres Maros , AKBP Fatur Rochman menerangkan, laporan awal yang pihaknya terima, kebakaran ini diduga terjadi akibat hubungan arus pendek listrik di belakang salah satu lapak.
Baca juga:Kobaran Api Hanguskan Tujuh Lapak Pasar di Maros, Warga Sempat Panik
"Dugaan sementara karena adanya arus listrik, yang berasal dari kabel di belakang sebuah lapak. Api kemudian menjalar dan membakar sejumlah lapak yang dibangun semi permanen," ujar Kapolres .
Menurut Kapolres , untuk memadamkan api, sekitar 5 unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan.
Dalam video yang beredar, saat kebakaran, beberapa kali terjadi ledakan. Diduga, ledakan itu berasal dari tabung gas yang dijual pedagang.
Salah seorang pedagang, Muliani mengatakan, saat kejadian, dia dan suaminya sedang terlelap di dalam kios. "Kejadiannya sekitar jam 2, waktu kebakaran saya ada di dalam kios sama suami, kami lagi tidur," katanya.
Muliani mengaku baru sadar saat seseorang melempar sesuatu dan berteriak kebakaran. Saat itu dia langsung menyelamatkan diri, dan hanya membawa sebuah tas. Sementara suaminya hanya mengenakan sarung. Dia mengaku tak sempat mengambil barang berharga karena panik melihat api yang sudah membesar.
Baca juga:Instalasi Listrik Overload, Rumah Warga di Tambora Dilahap Si Jago Merah
"Tiba-tiba ada warga dari luar melempar batu ke toko dan saya terbangun, waktu bangun saya langsung lari sama suami keluar kios. Tidak ada barang yang bisa saya selamatkan, kecuali tas selempang yang saya pegang ini," ucapnya.
Saat api mulai menyebar, para pedagang dibantu warga sekitar kemudian bahu membahu menyelamatkan dagangan mereka. Sebagiannya lagi membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Selang beberapa waktu kemudian lima mobil armada mobil kebakaran tiba di lokasi.
Salah satu personel Pemadam Kebakaran, Muhammad Fatir mengatakan, pihaknya langsung ke lokasi kebakaran setelah menerima laporan warga. Dia mengatakan, total personel yang diturunkan untuk menjinakkan api sebanyak 16 orang.
Ia mengatakan, materil lapak yang kebanyakan terbuat dari kayu menjadi salah satu penyebab lamanya proses pemadaman. Selain itu, ada pula kabel PLN yang berada tepat di atas kios.
Baca juga:Optimalkan Respons Darurat, Bekasi Tambah 3 Pos Damkar
Diketahui, sembilan kios milik pedagang tersebut menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Selain itu ada pula yang menjajakan makanan siap santap. Kerugian pedagang bervariasi,dari Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Dari pantauan langsung di lokasi, terlihat beberapa pedagang mengamankan barang dagangannya di tepi jalanan. Sementara beberapa di antaranya berusaha mengumpulkan puing-puing kios yang masih bisa digunakan.
Kapolres Maros , AKBP Fatur Rochman menerangkan, laporan awal yang pihaknya terima, kebakaran ini diduga terjadi akibat hubungan arus pendek listrik di belakang salah satu lapak.
Baca juga:Kobaran Api Hanguskan Tujuh Lapak Pasar di Maros, Warga Sempat Panik
"Dugaan sementara karena adanya arus listrik, yang berasal dari kabel di belakang sebuah lapak. Api kemudian menjalar dan membakar sejumlah lapak yang dibangun semi permanen," ujar Kapolres .
Menurut Kapolres , untuk memadamkan api, sekitar 5 unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan.
Dalam video yang beredar, saat kebakaran, beberapa kali terjadi ledakan. Diduga, ledakan itu berasal dari tabung gas yang dijual pedagang.
Salah seorang pedagang, Muliani mengatakan, saat kejadian, dia dan suaminya sedang terlelap di dalam kios. "Kejadiannya sekitar jam 2, waktu kebakaran saya ada di dalam kios sama suami, kami lagi tidur," katanya.
Muliani mengaku baru sadar saat seseorang melempar sesuatu dan berteriak kebakaran. Saat itu dia langsung menyelamatkan diri, dan hanya membawa sebuah tas. Sementara suaminya hanya mengenakan sarung. Dia mengaku tak sempat mengambil barang berharga karena panik melihat api yang sudah membesar.
Baca juga:Instalasi Listrik Overload, Rumah Warga di Tambora Dilahap Si Jago Merah
"Tiba-tiba ada warga dari luar melempar batu ke toko dan saya terbangun, waktu bangun saya langsung lari sama suami keluar kios. Tidak ada barang yang bisa saya selamatkan, kecuali tas selempang yang saya pegang ini," ucapnya.
Saat api mulai menyebar, para pedagang dibantu warga sekitar kemudian bahu membahu menyelamatkan dagangan mereka. Sebagiannya lagi membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Selang beberapa waktu kemudian lima mobil armada mobil kebakaran tiba di lokasi.
Salah satu personel Pemadam Kebakaran, Muhammad Fatir mengatakan, pihaknya langsung ke lokasi kebakaran setelah menerima laporan warga. Dia mengatakan, total personel yang diturunkan untuk menjinakkan api sebanyak 16 orang.
Ia mengatakan, materil lapak yang kebanyakan terbuat dari kayu menjadi salah satu penyebab lamanya proses pemadaman. Selain itu, ada pula kabel PLN yang berada tepat di atas kios.
Baca juga:Optimalkan Respons Darurat, Bekasi Tambah 3 Pos Damkar
Diketahui, sembilan kios milik pedagang tersebut menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Selain itu ada pula yang menjajakan makanan siap santap. Kerugian pedagang bervariasi,dari Rp15 juta hingga Rp20 juta.
Dari pantauan langsung di lokasi, terlihat beberapa pedagang mengamankan barang dagangannya di tepi jalanan. Sementara beberapa di antaranya berusaha mengumpulkan puing-puing kios yang masih bisa digunakan.
(luq)
Lihat Juga :