Jorok! Sampah Rumah Tangga Cemari Sungai di Kabupaten Bandung
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:45 WIB
loading...
Sampah rumah tangga memenuhi dan mencemari aliran sungai di Bandung, Jawa Barat.
A
A
A
BANDUNG - Sungai Cikahiyangan , Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Sungai dengan lebar satu meter itu dihiasi sampah rumah tangga mulai styrofoam hingga palstik bekas makanan.
Seorang warga, Septi Vilyanti (35) mengatakan, sampah kiriman dari Kota Bandung ini sudah menumpuk selama hampir dua minggu lebih. Akibatnya, banjir kerap kali terjadi di wilayah ini. "Udah lama udah 2 minggu. Sampah kiriman kebanyakan, banjir emang biasa banjir," katanya, Rabu (26/1/2022).
Baca juga: Pengakuan Blak-blakan Penghuni Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat
Selain membuat lingkungan menjadi tidak indah dipandang, tumpukan sampah ini juga mengeluarkan bau busuk menyengat. Kondisi ini bahkan diperparah dengan aliran air sungai yang tercemar limbah industri. "Iya pasti atuh bau apalagi pas panas kan, mengganggu juga," ujar Septi.
Warga lainnya, Dedi (55), mengungkapkan, biasanya dalam kurun waktu 3 hari atau satu minggu sekali, petugas kebersihan dari kecamatan selalu terlihat turun ke lapangan melakukan pembersihan. Tetapi, hingga kini dirinya belum melihat petugas tersebut kembali melakukan hal serupa sehingga tumpukan sampah terus bertambah.
Seorang warga, Septi Vilyanti (35) mengatakan, sampah kiriman dari Kota Bandung ini sudah menumpuk selama hampir dua minggu lebih. Akibatnya, banjir kerap kali terjadi di wilayah ini. "Udah lama udah 2 minggu. Sampah kiriman kebanyakan, banjir emang biasa banjir," katanya, Rabu (26/1/2022).
Baca juga: Pengakuan Blak-blakan Penghuni Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat
Selain membuat lingkungan menjadi tidak indah dipandang, tumpukan sampah ini juga mengeluarkan bau busuk menyengat. Kondisi ini bahkan diperparah dengan aliran air sungai yang tercemar limbah industri. "Iya pasti atuh bau apalagi pas panas kan, mengganggu juga," ujar Septi.
Warga lainnya, Dedi (55), mengungkapkan, biasanya dalam kurun waktu 3 hari atau satu minggu sekali, petugas kebersihan dari kecamatan selalu terlihat turun ke lapangan melakukan pembersihan. Tetapi, hingga kini dirinya belum melihat petugas tersebut kembali melakukan hal serupa sehingga tumpukan sampah terus bertambah.
Lihat Juga :