alexametrics

Pesawat Piper Navajo Chieftain hilang

Lacak pesawat, Tim SAR terjunkan 400 personel

loading...
Lacak pesawat, Tim SAR terjunkan 400 personel
Foto: Istimewa
A+ A-
Sindonews.com - Tim Search and Rescue (SAR) akan menerjunkan sekira 400 personel gabungan yang mencari pesawat jenis Piper Navalo Chieftain yang diduga jatuh di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim).

Jika sebelumnya tim disebar di banyak titik berdasarkan informasi yang diolah, pada Minggu (26/8/2012) akan difokuskan pada koordinat tertentu. Ini didasarkan pada analisa dan evaluasi atas pencarian yang telah dilakukan selama dua hari.

"Personel dari TNI 150 personel, polisi 150 personel. Sehingga kita harapkan seluruhnya terkumpul 400 personel," kata Koordinator Posko Tim SAR, Kombes Pol Arief Prapto Santoso kepada wartawan, Sabtu 25 Agustus 2012 malam didampingi Kepala Bandara Temindung Rajoki Aritonang, Dandim 0901 Samarinda Letkol Inf Junaidi M, dan Kepala Basarnas Kaltim Harmoniadi.



Seluruh personel akan dikerahkan di titik tertentu yang diyakini sebagai lokasi jatuhnya pesawat. Para personel akan ditempatkan pada titik tertentu untuk melakukan penyisiran yang agak rapat dari sebelumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Cessna jenis PA31 Piper Navalo Chief Tain milik PT Intan Angkasa yang disewa Elliot Geophysics International dikabarkan jatuh saat melakukan pemetaan pertambangan. Pesawat tersebut dipastikan hilang pada pukul 13.51 Wita.

Sebelumnya pesawat berangkat dari Bandara Temindung Samarinda pada pukul 07.51 Wita Jumat pagi menuju Bontang. Petugas ATC Bandara Temindung hilang kontak sekira pukul 08.04 WITA.

Pesawat ini dipiloti oleh Marshal Basir dengan tiga orang penumpang yakni Suyoto (Security Officer/Kementerian Pertahanan), Peter John Elliot (GM Elliot Geophysics International) serta Jandri Hendrizal (staf Elliot Geophysics International). Peter John Elliot adalah warga negara Australia.
(azh)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak