Gempa Guncang Jakarta, BMKG: DKI Perlu Update Kondisi Ketahanan Gedung Tinggi
Selasa, 25 Januari 2022 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi bagaimana kesiapsiagaan Kota Jakarta terhadap ancaman gempa yang bersumber dari zona di sekitarnya? Terutama untuk potensi gempa dengan energi yang lebih besar dari gempa yang dirasakan di Jakarta?" tanya Rahmat.
Laporan gempa dirasakan di Jakarta bukan baru kali ini saja. Gempa 7 Agsutus 2019 dan gempa Banten 23 Januari 2018 merupakan rentetan gempa yang dilaporkan dirasakan sampai Jakarta.
Dari monitoring jaringan peralatan akselerometer BMKG di salah satu titik sensor di Balai Kota Jakarta menunjukkan nilai getaran sebesar 2.5 gals. Di wilayah yang lebih ke Utara di lokasi Kemayoran salah satu bangunan gedung yang terpasang akselerometer di ground dan lantai 12 menunjukkan nilai 6.1gals di ground dan 22.6 gals di lantai 12.
Dari sampel salah satu monitoring respon terhadap gedung menunjukkan di wilayah Kemayoran menghasilkan amplifikasi 3.6x dari lantai ground terhadap lantai 12 untuk tipe goncangan vertikalnya. Informasi lain menginfokan bahwa semakin ke Utara nilai PGA di ground semakin besar.
"Fakta ini menunjukkan korelasi yang bersesuaian dengan kondisi tanah sedimen di wilayah Jakarta. Jika ditinjau dari kondisi local site effect daerah Jakarta, dimana semakin ke Utara semakin dalam estimasi kedalaman enginering bedrock di wilayah Jakarta," tegasnya.
Dari sampel rekaman sensor akselerometer di Jakarta menunjukkan perbandingan PGA ground dan Spektral Akselerasi di Jakarta masih jauh nilainya terhadap nilai ancaman yang dihitung dalam desain peta gempa wilayah Jakarta.
Laporan gempa dirasakan di Jakarta bukan baru kali ini saja. Gempa 7 Agsutus 2019 dan gempa Banten 23 Januari 2018 merupakan rentetan gempa yang dilaporkan dirasakan sampai Jakarta.
Dari monitoring jaringan peralatan akselerometer BMKG di salah satu titik sensor di Balai Kota Jakarta menunjukkan nilai getaran sebesar 2.5 gals. Di wilayah yang lebih ke Utara di lokasi Kemayoran salah satu bangunan gedung yang terpasang akselerometer di ground dan lantai 12 menunjukkan nilai 6.1gals di ground dan 22.6 gals di lantai 12.
Dari sampel salah satu monitoring respon terhadap gedung menunjukkan di wilayah Kemayoran menghasilkan amplifikasi 3.6x dari lantai ground terhadap lantai 12 untuk tipe goncangan vertikalnya. Informasi lain menginfokan bahwa semakin ke Utara nilai PGA di ground semakin besar.
"Fakta ini menunjukkan korelasi yang bersesuaian dengan kondisi tanah sedimen di wilayah Jakarta. Jika ditinjau dari kondisi local site effect daerah Jakarta, dimana semakin ke Utara semakin dalam estimasi kedalaman enginering bedrock di wilayah Jakarta," tegasnya.
Dari sampel rekaman sensor akselerometer di Jakarta menunjukkan perbandingan PGA ground dan Spektral Akselerasi di Jakarta masih jauh nilainya terhadap nilai ancaman yang dihitung dalam desain peta gempa wilayah Jakarta.
(thm)
Lihat Juga :