BMKG Sebut Gempa Talaud M6,1 Disebabkan Deformasi Lempeng Laut Maluku
Sabtu, 22 Januari 2022 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Melonguane Talaud III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah). Baca juga: BMKG Sebut Selama 2021 Gempa Merusak Paling Banyak Terjadi di Pulau Jawa
Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Mengko.
Lebih lanjut Mengko mengatakan hingga hari Sabtu, 22 Januari 2022 pukul 12.30 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sembilan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4,5.
Warga diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.
Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Desa Pangeran, Pulau Kabaruan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Mengko.
Lebih lanjut Mengko mengatakan hingga hari Sabtu, 22 Januari 2022 pukul 12.30 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya sembilan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4,5.
Warga diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.
(don)
Lihat Juga :