Harga Minyak Goreng Turun, Pedagang di Pasar Minta Perhatian Pemerintah
Kamis, 20 Januari 2022 - 20:55 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, salah satu pembeli, Nurul mengaku senang dengan kebijakan ini. “Karena sudah dua bulan ini harga minyak naik, terakhir saya beli itu harganya Rp21.000 per liter, sekarang hanya Rp14.000,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, kebijakan pemerintah ini bakal berlangsung selama 6 bulan ke depan. Namun, kondisi berbeda terjadi di Pasar Tramo Maros. Harga minyak goreng kemasan masih belum turun.
Salah satu pedagang di Pasar Tramo, Ismail, mengaku telah mendengar kabar turunnya harga minyak goreng di ritel modern. Hanya saja, bagi dia dan pedagang lain, harga minyak jualannya tak bisa diturunkan sesuai kebijakan pemerintah.
Baca juga:Ada Ritel Jual Minyak Goreng di Atas Rp14.000, Segera Laporkan ke Kontak Ini Bun!
"Kami pedagang di pasar tradisional beda dengan toko-toko ritel. Pedagang itu tidak disubsidi dari pemerintah, sedangkan ritel itu dapat subsidi dari pemerintah,” ungkapnya.
Dia mengusulkan, jika ingin menyatukan harga, sebaiknya pemerintah mendata pedagang yang ada di pasar, kemudian memberikan subsidi juga. Sebab jika mengikuti harga yang ditentukan oleh pemerintah, para pedagang akan mengalami kerugian yang cukup besar.
"Jika kami menjual dengan harga Rp14.000, maka kami akan merugi untuk satu dus itu sekitar Rp120.000," beber Ismail.
Berdasarkan informasi yang diterima, kebijakan pemerintah ini bakal berlangsung selama 6 bulan ke depan. Namun, kondisi berbeda terjadi di Pasar Tramo Maros. Harga minyak goreng kemasan masih belum turun.
Salah satu pedagang di Pasar Tramo, Ismail, mengaku telah mendengar kabar turunnya harga minyak goreng di ritel modern. Hanya saja, bagi dia dan pedagang lain, harga minyak jualannya tak bisa diturunkan sesuai kebijakan pemerintah.
Baca juga:Ada Ritel Jual Minyak Goreng di Atas Rp14.000, Segera Laporkan ke Kontak Ini Bun!
"Kami pedagang di pasar tradisional beda dengan toko-toko ritel. Pedagang itu tidak disubsidi dari pemerintah, sedangkan ritel itu dapat subsidi dari pemerintah,” ungkapnya.
Dia mengusulkan, jika ingin menyatukan harga, sebaiknya pemerintah mendata pedagang yang ada di pasar, kemudian memberikan subsidi juga. Sebab jika mengikuti harga yang ditentukan oleh pemerintah, para pedagang akan mengalami kerugian yang cukup besar.
"Jika kami menjual dengan harga Rp14.000, maka kami akan merugi untuk satu dus itu sekitar Rp120.000," beber Ismail.
Lihat Juga :