Preman Kampung Palak Beberapa Warung Sembako di Pondok Aren, Begini Ciri-cirinya
Rabu, 19 Januari 2022 - 17:20 WIB
loading...
Preman kampung memalak beberapa warung sembako di Jalan Kampung Rawa Barat, Pondok Pucung, Pondok Aren, Tangsel. Foto: MPI/Hambali
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Preman kampung memalak beberapa warung sembako di Jalan Kampung Rawa Barat, Pondok Pucung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Aksi mereka sangat meresahkan masyarakat.
Preman ini mendatangi warung sembako kemudian dimintai sejumlah uang. Sambil menggertak, preman menakut-nakuti pemilik warung. Gaya dan ciri-ciri preman kampung ini menyingkapkan benda yang terselip di balik jaket.
Baca juga: Bikin Resah Pedagang, Preman Kampung Palak Warung Sembako di Pondok Aren
Kejadian teranyar pemalakan dilakukan pada Selasa (18/1/2022) pukul 18.40 WIB. Pemilik warung berinisial MS (48) mengatakan, preman datang sambil mengamuk lalu meminta sejumlah uang.
"Ngancam-ngancam sambil marah terus sama saya. Dia bilang saya orang sini sambil marah-marah dia megang di sini (pinggangnya), nggak tahu pistol, nggak tahu pisau. Dia ke sini minta uang, saya udah kasih terus dia bilang mau minta ke warung di sana lalu marah-marah dikira saya ngeliatin dia," ungkapnya.
Selama ini, para pemilik warung berupaya menahan diri dengan tetap memberikan sejumlah uang saat dipalak preman kampung. "Dia sudah sering di sini. Pada resah semua bawa-bawa nama asli kampung sini. Kita semua sabar, tapi kalau begini terus sabar ada batasnya. Jangan sampai ada kejadian," ujar MS.
Preman ini mendatangi warung sembako kemudian dimintai sejumlah uang. Sambil menggertak, preman menakut-nakuti pemilik warung. Gaya dan ciri-ciri preman kampung ini menyingkapkan benda yang terselip di balik jaket.
Baca juga: Bikin Resah Pedagang, Preman Kampung Palak Warung Sembako di Pondok Aren
Kejadian teranyar pemalakan dilakukan pada Selasa (18/1/2022) pukul 18.40 WIB. Pemilik warung berinisial MS (48) mengatakan, preman datang sambil mengamuk lalu meminta sejumlah uang.
"Ngancam-ngancam sambil marah terus sama saya. Dia bilang saya orang sini sambil marah-marah dia megang di sini (pinggangnya), nggak tahu pistol, nggak tahu pisau. Dia ke sini minta uang, saya udah kasih terus dia bilang mau minta ke warung di sana lalu marah-marah dikira saya ngeliatin dia," ungkapnya.
Selama ini, para pemilik warung berupaya menahan diri dengan tetap memberikan sejumlah uang saat dipalak preman kampung. "Dia sudah sering di sini. Pada resah semua bawa-bawa nama asli kampung sini. Kita semua sabar, tapi kalau begini terus sabar ada batasnya. Jangan sampai ada kejadian," ujar MS.
Lihat Juga :