Seleksi P3K Sebabkan Banyak Guru Eksodus, Ini Kata Menteri Nadiem

Selasa, 18 Januari 2022 - 02:23 WIB
loading...
Seleksi P3K Sebabkan...
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku, pihaknya tidak bisa melarang guru mengikuti seleksi P3K kendati banyak guru swasta eksodus ke sekolah negeri akibat kebijakan tersebut. Foto SINDOnews
A A A
BANDUNG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim mengaku, pihaknya tidak bisa melarang guru mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) kendati banyak guru swasta eksodus ke sekolah negeri akibat kebijakan tersebut. Hal itu disampaikan Nadiem menanggapi adanya eksodus guru swasta ke sekolah negeri.

"Kita tidak bisa melarang guru mau mengajar di sekolah swasta atau negeri. Kalau dia bisa lolos di sekolah negeri (P3K, ya itu maunya dia. Rejeki mereka kalau lolos," kata Nadiem saat dialog dengan guru di SMPN 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Senin (17/1/2022).

Eksodus terjadi karena guru swasta mengikuti seleksi P3K. Mereka yang lolos seleksi, kemudian akan ditempatkan di sekolah negeri. Baca juga: Gagasan Kritis Pelajar Menggema di Olimpiade Pancasila Tingkat Nasional

"Secara UU tidak bisa melarang guru untuk memilih profesi mereka. Tinggal bagaimana ini yayasan agar bisa menjamin kesejahteraan mereka. Artinya apakah kesejahteraan mereka di bawah UMR," jelas dia.



Kendati begitu, dia memastikan pihaknya masih mencari formula tepat untuk guru P3K. Termasuk memberi kesempatan guru honorer di sekolah negeri agar mengajar di sekolahnya sendiri. Baca juga: Kemendikbud Tetapkan 51 Budaya Jateng jadi WBTb, Pemprov Jateng : Jika Tak Lestari Status bisa Pupus

Dalam kesempatan itu, pengurus PGRI Kota Bandung Cucu Saputra mengaku, kebijakan rekrutmen guru P3K menyebabkan banyak guru eksodus ke sekolah negeri. Begitu sebaliknya, banyak guru honorer negeri menganggur karena tidak diterima P3K.

"Mestinya ini menjadi perhatian. Toh sama-sama mengabdi kepada bangsa. Ini harus dicari solusinya," imbuh dia.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
PKM di Meruya, UMB Dorong...
PKM di Meruya, UMB Dorong Kompetensi Guru SMK
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Akses Pelatihan AI dan Coding untuk Guru melalui Ruang GTK
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Rekomendasi
Robot Lahbako-San Antar...
Robot Lahbako-San Antar UNEJ Jadi Juara Tiga KRAI 2026
Rapat Satgas PKH di...
Rapat Satgas PKH di Kemenhan, Panglima TNI hingga Jaksa Agung Hadir, Kapolri Tak Terlihat
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Berita Terkini
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved