Gayatri Rajapatni Wafat, Raja Majapahit Hayawurung Gelar Perayaan Tujuh Hari 7 Malam

Senin, 17 Januari 2022 - 09:52 WIB
loading...
Gayatri Rajapatni Wafat,...
Perayaan besar-besaran memperingati wafatnya istri cantik Raden Wijaya, bernama Gayatri yang bergelar Rajapatni dilakukan oleh Kerajaan Majapahit. Foto/Ilustrasi
A A A
Kerajaan Majapahit menggelar perayaan besar-besaran, untuk memperingati wafatnya, Gayatri yang bergelar Rajapatni. Perayaan digelar saat masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, atas perintah ibunya Tribhuwana Tunggadewi.

Baca juga: Letusan Dahsyat Gunung Kelud, Menandai Lahirnya Raja Termasyhur Majapahit Hayam Wuruk

Berdasarkan catatan Slamet Muljana, dalam bukunya yang berjudul "Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit" , disebutkan bahwa perayaan besar-besaran untuk memperingati wafatnya Gayatri, digelar pada tahun 1284 Saka atau atau 1362 Masehi.



Saat itu Mahapatih Gajah Mada memerintahkan para menteri dan punggawa, supaya turut menyumbang untuk pelaksanaan pesta srada yang diadakan di bulan Badra tahun 1284 Saka. Seruan Gajah Mada itu disambut antusias oleh menteri dan pejabat Majapahit lainnya.

Baca juga: Kisah Dokter Dermawan dari Aceh, Operasi 5.000 Anak Sumbing Tanpa Biaya

Seluruh pelukis dikerahkan untuk menghias tahta kerajaan, tempat baginda raja duduk di sitinggil. Para pandai sibuk mengetam baju makanan, bokor-bokoran, dan arca. Balai Witana di Manguntur, dihias dengan sangat indah, bagian barat terhias dengan janur merumbai, itulah tempat duduk para raja.

Bagian utara dan timur adalah tempat duduk para menteri, istrinya, pujangga, dan pendeta. Sedangkan bagian selatan adalah tempat duduk para abdi dalem keraton. Baginda Raja Hayam Wuruk sendiri duduk di Balai Witana di tengah Manguntur.

Upacara dimulai di hari pertama dengan pemujaan Buddha. Upacara itu dipimpin oleh seorang pendeta Stapaka dan dibantu oleh empu dari Paruh. Semua pendeta berdiri dalam lingkaran untuk menyaksikan pemujaan Buddha oleh baginda raja. Mudra, mantra, dan japa dilakukan tepat menurut aturan.

Baca juga: Penjambretan Berujung Maut, 2 Pelaku dan 1 Mahasiswa Korbannya Tewas Mengenaskan

Kemudian menyusul doa memanggil jiwa Gayatri dari Budaloka, yang ditampung dalam arca bunga. Pada malam berikutnya, dilakukan pemujaan kepada arca bunga yang telah berisi jiwa Rajapatni. Pemujaan itu dipimpin oleh seseorang pendeta, dengan samadi dan puji-pujian.

Paginya, arca bunga dibawa keluar, arca itu didudukkan di atas singgasana setinggi orang berdiri. Pemujaan pun dimulai oleh semua pendeta Buddha, tua muda, berduyun-duyun, sambil mengucapkan puji-pujian mendekati singgasana. Di belakangnya menyusul para raja dan permaisuri, serta putra dan putrinya.

Selanjutnya, Patih Amangkubhumi Gajah Mada diikuti oleh semua patih di seluruh wilayah Majapahit, mendekat arca dan memberikan sembah. Terakhir ialah para bupati, tumenggung, dan para raja dari seberang lautan, sehabis berbakti sembah, mereka semua kembali duduk di tempatnya semula.

Baca juga: Obok-obok Rumah Janda Cantik, Polisi Sita 13 Paket Sabu

Setelah pemujaan selesai, persembahan-persembahan yang dibawa pun dihaturkan. Persembahan Raja Matahun berupa benteng putih, yang terus-menerus mengeluarkan makanan dan harta dari mulutnya. Raja Wengker mempersembahkan rumah-rumahan di tengah taman yang bertingkat-tingkat, dan menyebar yang di atas lantai balai agung.

Persembahan Raja Tumapel berupa wanita cantik jelita yang dipertunjukkan selama pesta srada berlangsung. Paling hebat adalah persembahan Hayam Wuruk, berupa Gunung Mandara yang digerakkan oleh para dewa dan raksasa, dikelilingi oleh kolam berisi ikan lambora yang sedang mabuk.

Setiap hari dihidangkan makanan yang sedap dan enak. Konon pesta srada ini dilakukan hingga tujuh hari tujuh malam, seluruh orang membanjiri Ibu Kota Majapahit. Mereka berduyun-duyun untuk menyaksikan apa yang terjadi selama pesta srada yang paling besar sampai pada saat itu.

Baca juga: Mencekam! Pria Bawa Golok Ngamuk di Jalanan Denpasar Dihujani Tembakan Gas Air Mata

Setiap hari selalu ada pertunjukan, acaranya pun berganti-ganti, nyanyian, tari-tarian, tinju, gulat, perang tanding, wayang, topeng, dan sebagainya memeriahkan acara peringatan wafatnya Gayatri. Pada hari ketujuh, Hayam Wuruk menari di ruang tertutup, yang boleh hadir hanya para putri dan istri pejabat Majapahit.

Di hari kedelapan peringatan wafatnya Gayatri, pagi-pagi pendeta Buddha berkumpul dan bersama mereka memberi hormat. Lalu menyanyikan lagu pujaaan yang diciptakan khusus untuk Rajapatni, yang telah pulang ke Budhaloka. Setelah itu arca bunga diturunkan dari singgasana dengan upacara. Segala sajian habis, dibagi ke semua yang hadir, pesta srada pun telah selesai. Menyusul kemudian adalah perbaikan makam Rajapatni di Kamal Pendak.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Polisi Usut Penyandang...
Polisi Usut Penyandang Dana hingga Penyewa Gedung Hayam Wuruk yang Jadi Markas Judi Online
Sindikat Judi Online...
Sindikat Judi Online di Hayam Wuruk Sudah Beroperasi 2 Bulan, Sewa Kantor untuk Setahun
Rekomendasi
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Juara! Spanyol Cetak...
Juara! Spanyol Cetak 2 Rekor di Euro 2024: 4 Gelar dan 7 Kemenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved