Bima Arya Pamer Kinerja Apik 2021 dengan Cara Unik, Seperti Apa?
Minggu, 16 Januari 2022 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Progres Lambat, Wali Kota Bogor Bima Arya Semprot Kontraktor Proyek Jalur Sepeda
Di sektor UMKM, Bima menunjukkan Sentra Kuliner Sempur dan Malabar yang mampu mengakomodir 233 pedagang. "UMKM harus terus berdaya. Sentra Kuliner di Sempur dan Malabar kini bisa dinikmati semua warga. Pedagang sejahtera, pelanggan pun bahagia," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua APEKSI ini.
Scene lain yang ditampilkan juga adalah pembangunan yang tidak hanya terfokus di pusat kota, tapi juga hingga pinggiran, seperti Kampung Tematik Perca di Sindangsari, Bogor Timur.
Lalu, Kampung Bojong Pasantren di Bojongkerta, di ujung Selatan Kota Bogor. Kawasan yang tadinya kumuh, tertinggal dari kemajuan kota, kini warganya semangat berbenah dan bekerja sama. "Ada UMKM yang berdaya, ada Green House hasil kolaborasi dengan swasta yang menambah lapangan kerja yang hasilnya di ekspor ke 6 negara," katanya.
Bima juga menampilkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan anggaran yang dikucurkan Pemkot Bogor sebesar Rp46,08 miliar untuk di 68 kelurahan.
"Rumah warga jangan jadi gubuk derita. Kita ikhtiarkan agar lebih layak untuk semua. Sepanjang 2021 dibangun 6.550 rumah agar layak huni untuk keluarga," tandasnya.
Hal-hal lain yang disampaikan dalam video tersebut Kampung Tematik di Mulyaharja dengan konsep agrowisata yang menampilkan sawah padi organik. Ada gedung Bogor Creative Center bantuan Gubernur Jawa Barat, tempat komunitas berinovasi dan kolaborasi mengembangkan ekonomi kreatif.
Di sektor UMKM, Bima menunjukkan Sentra Kuliner Sempur dan Malabar yang mampu mengakomodir 233 pedagang. "UMKM harus terus berdaya. Sentra Kuliner di Sempur dan Malabar kini bisa dinikmati semua warga. Pedagang sejahtera, pelanggan pun bahagia," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua APEKSI ini.
Scene lain yang ditampilkan juga adalah pembangunan yang tidak hanya terfokus di pusat kota, tapi juga hingga pinggiran, seperti Kampung Tematik Perca di Sindangsari, Bogor Timur.
Lalu, Kampung Bojong Pasantren di Bojongkerta, di ujung Selatan Kota Bogor. Kawasan yang tadinya kumuh, tertinggal dari kemajuan kota, kini warganya semangat berbenah dan bekerja sama. "Ada UMKM yang berdaya, ada Green House hasil kolaborasi dengan swasta yang menambah lapangan kerja yang hasilnya di ekspor ke 6 negara," katanya.
Bima juga menampilkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan anggaran yang dikucurkan Pemkot Bogor sebesar Rp46,08 miliar untuk di 68 kelurahan.
"Rumah warga jangan jadi gubuk derita. Kita ikhtiarkan agar lebih layak untuk semua. Sepanjang 2021 dibangun 6.550 rumah agar layak huni untuk keluarga," tandasnya.
Hal-hal lain yang disampaikan dalam video tersebut Kampung Tematik di Mulyaharja dengan konsep agrowisata yang menampilkan sawah padi organik. Ada gedung Bogor Creative Center bantuan Gubernur Jawa Barat, tempat komunitas berinovasi dan kolaborasi mengembangkan ekonomi kreatif.
Lihat Juga :