Wabup Morowali Tegaskan Isu Gempa dan Tsunami Hoax
Rabu, 10 Juni 2020 - 15:02 WIB
loading...
Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali menegaskan bahwa kabar tentang prediksi gempa dan tsunami yang akan melanda Kota Bungku dan sekitarnya adalah kabar bohong atau hoax
A
A
A
BUNGKU - Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali menegaskan bahwa kabar tentang prediksi gempa dan tsunami yang akan melanda Kota Bungku dan sekitarnya adalah kabar bohong atau hoax. Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tersebut.
Wakil Bupati Morowali Najamudin mengatakan, sampai saat ini belum ada alat maupun teknologi yang bisa memprediksi secara akurat terjadinya gempa bumi.
"Gempa bisa terjadi sewaktu-waktu, kapan dan dimana saja. Namun, perlu saya tegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa secara akurat", ujar Najamudin, saat berdiskusi dengan warga, usai melaksanakan Sholat Tarwih di Masjid Nurul Yakin, Desa Puungkoilu, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (28/5/19) malam.
Ia menambahkan, fakta inilah yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat, sehingga tidak dengan mudah mempercayai prediksi-prediksi gempa bumi yang beredar di media sosial maupun dari orang perorang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya", kata Najamudin.
Kendati demikian, Najamudin meminta masyarakat untuk tetap waspada potensi terjadinya gempa bumi di wilayah masing-masing. Namun jangan terlalu berlebihan apalagi sampai mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah memiliki lembaga resmi dalam memprediksi gempa yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG. Untuk itu, percayakan lembaga resmi Pemerintah dalam memberikan informasi yang bisa dipertanggung jawabkan, selain itu kita harus banyak ber’doa kepada Allah SWT, agar kiranya Daerah yang kita cintai ini terhindar dari berbagai bencana. Tutur mantan Kandepag Kabupaten Poso tersebut.
Wakil Bupati Morowali Najamudin mengatakan, sampai saat ini belum ada alat maupun teknologi yang bisa memprediksi secara akurat terjadinya gempa bumi.
"Gempa bisa terjadi sewaktu-waktu, kapan dan dimana saja. Namun, perlu saya tegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa secara akurat", ujar Najamudin, saat berdiskusi dengan warga, usai melaksanakan Sholat Tarwih di Masjid Nurul Yakin, Desa Puungkoilu, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (28/5/19) malam.
Ia menambahkan, fakta inilah yang perlu dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat, sehingga tidak dengan mudah mempercayai prediksi-prediksi gempa bumi yang beredar di media sosial maupun dari orang perorang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya", kata Najamudin.
Kendati demikian, Najamudin meminta masyarakat untuk tetap waspada potensi terjadinya gempa bumi di wilayah masing-masing. Namun jangan terlalu berlebihan apalagi sampai mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah memiliki lembaga resmi dalam memprediksi gempa yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG. Untuk itu, percayakan lembaga resmi Pemerintah dalam memberikan informasi yang bisa dipertanggung jawabkan, selain itu kita harus banyak ber’doa kepada Allah SWT, agar kiranya Daerah yang kita cintai ini terhindar dari berbagai bencana. Tutur mantan Kandepag Kabupaten Poso tersebut.
Lihat Juga :