Siapkan Protokol Ketat, Candi Borobudur Dibuka Akhir Pekan Ini
Rabu, 10 Juni 2020 - 14:49 WIB
loading...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Muspida melakukan simulasi pembukaan Candi Borobudur, Rabu (10/6/2020).
A
A
A
MAGELANG - Candi Borobudur mulai dibuka untuk wisatawan pada akhir pekan ini. Pembukaan akan dilakukan bertahap dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Pembukaan ini dilakukan setelah Candi Borobudur ditutup selama 3 bulan, sejak 20 Maret 2020. Candi Borobudur mulai disiapkan untuk dibuka kembali, Rabu (10/6/2020). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun melakukan simulasi seandainya para wisatawan sudah diizinkan memasuki kawasan candi terbesar di dunia tersebut. (Baca juga: Siswa SMP Dibacok Penjaga Sekolah saat Ambil Raport)
Untuk kesiapan pembukaan Candi Borobudur, Ganjar bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko melakukan simulasi. Dalam simulasi tersebut dipraktekkan penerapan protokol kesehatan sejak pintu gerbang sampai di depan anak tangga pertama Candi Borobudur. (Baca juga: Gempa 5,7 SR di Bengkulu, Warga Mukomuko Rasakan Guncangan Kuat)
"Dari awal (peraturannya) sangat rigid. Saya harap masyarakat tahu meski nanti akan ada guide. Ini akan jadi obat rindu. Kehati-hatian tetap kita lakukan," katanya.
Sejak tiba di pintu gerbang peraturan protokol kesehatan mulai dilakukan dengan penyemprotan disinfektan pada seluruh mobil yang masuk. Setelah masuk, pengunjung turun dari mobil di drop off. Kemudian secara antre pada garis-garis kotak mereka harus cuci tangan di wastafel yang telah disiapkan pengelola. Sebelum berjalan menuju loket, pengunjung harus memasuki bilik disinfektan yang menyemprotkan air sabun.
Jaga jarak jadi peraturan yang banyak diterapkan. Termasuk di loket dan pintu masuk ke Candi. Jika pengunjung enggan mengantre panjang, pengelola juga menyiapkan loket elektronik. Yang terakhir pemeriksaan suhu badan, dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan barang-barang bawaan. Ketika ada pengunjung yang suhu badannya mencapai 37,8 Celcius dipersilakan balik kanan.
"Kita akan coba dari awal agar bisa menyiapkan SOP wisata yang aman sehingga tidak ada penularan. Semoga ini memberi informasi kepada masyarakat," kata Ganjar.
Pembukaan ini dilakukan setelah Candi Borobudur ditutup selama 3 bulan, sejak 20 Maret 2020. Candi Borobudur mulai disiapkan untuk dibuka kembali, Rabu (10/6/2020). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun melakukan simulasi seandainya para wisatawan sudah diizinkan memasuki kawasan candi terbesar di dunia tersebut. (Baca juga: Siswa SMP Dibacok Penjaga Sekolah saat Ambil Raport)
Untuk kesiapan pembukaan Candi Borobudur, Ganjar bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko melakukan simulasi. Dalam simulasi tersebut dipraktekkan penerapan protokol kesehatan sejak pintu gerbang sampai di depan anak tangga pertama Candi Borobudur. (Baca juga: Gempa 5,7 SR di Bengkulu, Warga Mukomuko Rasakan Guncangan Kuat)
"Dari awal (peraturannya) sangat rigid. Saya harap masyarakat tahu meski nanti akan ada guide. Ini akan jadi obat rindu. Kehati-hatian tetap kita lakukan," katanya.
Sejak tiba di pintu gerbang peraturan protokol kesehatan mulai dilakukan dengan penyemprotan disinfektan pada seluruh mobil yang masuk. Setelah masuk, pengunjung turun dari mobil di drop off. Kemudian secara antre pada garis-garis kotak mereka harus cuci tangan di wastafel yang telah disiapkan pengelola. Sebelum berjalan menuju loket, pengunjung harus memasuki bilik disinfektan yang menyemprotkan air sabun.
Jaga jarak jadi peraturan yang banyak diterapkan. Termasuk di loket dan pintu masuk ke Candi. Jika pengunjung enggan mengantre panjang, pengelola juga menyiapkan loket elektronik. Yang terakhir pemeriksaan suhu badan, dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan barang-barang bawaan. Ketika ada pengunjung yang suhu badannya mencapai 37,8 Celcius dipersilakan balik kanan.
"Kita akan coba dari awal agar bisa menyiapkan SOP wisata yang aman sehingga tidak ada penularan. Semoga ini memberi informasi kepada masyarakat," kata Ganjar.
Lihat Juga :