Hasil Swab Driver Ojol Korban Penjambretan Positif COVID-19
Rabu, 10 Juni 2020 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, pasien ini merupakan rujukan dari salahsatu rumah sakit swasta di Surabaya. Sebelum dipindahkan di RSUD dr Soetomo,tim medis di rumah sakit swasta menemukan gejala mirip virus corona dengan menerapkan deteksi menggunakan CT-Scan.
"Ditemukan ada gambaran bercak putih yang biasa disebut sebagai ground glass opacity di paru-parunya. Tim medis meyakini ada gejala yang mirip pada penderita virus SARS CoV-2. Pasien lantas dirujuk ke RSUD dr Soetomo," imbuhnya.
(Baca juga: Tak Terima Dinyatakan COVID-19, Keluarga Jemput Paksa Jenazah )
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim ini mengakui, pasien ini sempat dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Namun karena ada gejala hasil dari CT-scan, pemeriksaan secara swab PCR dilakukan. Hanya saja, sebelum hasil swab keluar, pengemudi ojol itu meninggal.
"Karena itu, saya mengingatkan kepada masyarakat bahwa hasil rapid test tidak bisa dianggap sebagai diagnosis. Hasil non reaktif belum keputusan final," terangnya.
"Ditemukan ada gambaran bercak putih yang biasa disebut sebagai ground glass opacity di paru-parunya. Tim medis meyakini ada gejala yang mirip pada penderita virus SARS CoV-2. Pasien lantas dirujuk ke RSUD dr Soetomo," imbuhnya.
(Baca juga: Tak Terima Dinyatakan COVID-19, Keluarga Jemput Paksa Jenazah )
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim ini mengakui, pasien ini sempat dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Namun karena ada gejala hasil dari CT-scan, pemeriksaan secara swab PCR dilakukan. Hanya saja, sebelum hasil swab keluar, pengemudi ojol itu meninggal.
"Karena itu, saya mengingatkan kepada masyarakat bahwa hasil rapid test tidak bisa dianggap sebagai diagnosis. Hasil non reaktif belum keputusan final," terangnya.
(eyt)
Lihat Juga :