Taman Prasejarah Leang-leang Kembali Dibuka, Tarif Masuk Gratis
Kamis, 06 Januari 2022 - 18:03 WIB
loading...
Pengunjung berfoto di salah Taman Prasejarah Leang-leang. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Taman Prasejarah Leang-leang kembali dibuka. Taman ini sempat ditutupakibat pandemi Covid-19 . Taman ini kembali dibuka mulai 1 Januari 2022.
"Pemerintah Kabupaten Maros, dalam hal ini Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sudah membuka kembali Leang-leang bersama Balai Prasejarah dan Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan setelah ditutup dua tahun yang lalu sejak pandemi Covid-19 ," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, M Ferdiansyah, Kamis (6/1/2022).
Baca juga:Kedepankan Prokes, Objek Wisata di Maros Tetap Buka saat Libur Tahun Baru
Ferdy, sapaan akrab Ferdiansyah menyebutkan, antusias warga menyambut dibuka kembalinya lokasi wisata sejarah ini sangat besar.
"Pembukaan dilakukan 1 Januari kemarin, dan antusias pengunjung sangat besar. Dari kabupaten sekitar, seperti Pangkep, Gowa dan Makassar," katanya.
Dia mengatakan, sejak dibuka kembali, rata-rata pengunjung mencapai 200 orang perhari.
"Sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dan BPCB, maka saat ini, untuk masuk ke kawasan wisata Taman Prasejarah Leang-leang masih digratiskan," katanya.
Tarif masuk Leang-leang ini, kata Ferdy, akan digratiskan hingga peraturan bupati (perbup) baru terkait retribusi masuk Leang-leang terbit. Dia menyebutkan, ada sedikit kenaikan tarif masuk Leang-leang setelah perbup baru diberlakukan.
Baca juga:Dinkes Maros Imbau Masyarakat Waspada Penyakit di Musim Hujan
"Jadi ada sedikit kenaikan tarif masuk. Sebelumnya tiket masuk hanya Rp10 ribu, naik menjadi Rp15 ribu untuk umum, dan Rp10 ribu untuk pelajar," tambahnya.
Dia menjelaskan, kenaikan tarif ini akibat adanya perubahan pembagian hasil antara Pemkab Maros dan BPCB Sulsel. Selain itu kenaikan tarif juga untuk menutupi biaya asuransi bagi pengunjung.
"Nanti sudah ada asuransi untuk pengunjung yang dipotong Rp1.000 dari uang masuk. Sisanya 70 persen untuk Pemda Maros , 30 persen untuk BPCB," tuturnya.
Dia pun berharap, dengan dibukanya kembali Leang-leang dapat menjadi salah satu penyumbang PAD setelah Bantimurung.
"Seperti yang kita tahu Leang-leang ini adalah salah satu geosite yang ada di Maros-Pangkep, dan merupakan tempat untuk belajar bagi mahasiswa maupun peneliti," jelasnya.
Baca juga:61 Kasus Kebakaran Terjadi di Maros, 48 Persen Akibat Arus Pendek
Sebagai informasi, penutupan Leang-leang inimembuat Pemkab Maros merugi hingga Rp500 juta.
"Di tahun 2020, khusus untuk Taman Prasejarah Leang-leang ini ditargetkan Rp250 juta, begitu pula pada tahun 2021. Dalam dua tahun tersebut kita sama sekali tidak memperoleh pendapatan," terangnya.
"Pemerintah Kabupaten Maros, dalam hal ini Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga sudah membuka kembali Leang-leang bersama Balai Prasejarah dan Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan setelah ditutup dua tahun yang lalu sejak pandemi Covid-19 ," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Maros, M Ferdiansyah, Kamis (6/1/2022).
Baca juga:Kedepankan Prokes, Objek Wisata di Maros Tetap Buka saat Libur Tahun Baru
Ferdy, sapaan akrab Ferdiansyah menyebutkan, antusias warga menyambut dibuka kembalinya lokasi wisata sejarah ini sangat besar.
"Pembukaan dilakukan 1 Januari kemarin, dan antusias pengunjung sangat besar. Dari kabupaten sekitar, seperti Pangkep, Gowa dan Makassar," katanya.
Dia mengatakan, sejak dibuka kembali, rata-rata pengunjung mencapai 200 orang perhari.
"Sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dan BPCB, maka saat ini, untuk masuk ke kawasan wisata Taman Prasejarah Leang-leang masih digratiskan," katanya.
Tarif masuk Leang-leang ini, kata Ferdy, akan digratiskan hingga peraturan bupati (perbup) baru terkait retribusi masuk Leang-leang terbit. Dia menyebutkan, ada sedikit kenaikan tarif masuk Leang-leang setelah perbup baru diberlakukan.
Baca juga:Dinkes Maros Imbau Masyarakat Waspada Penyakit di Musim Hujan
"Jadi ada sedikit kenaikan tarif masuk. Sebelumnya tiket masuk hanya Rp10 ribu, naik menjadi Rp15 ribu untuk umum, dan Rp10 ribu untuk pelajar," tambahnya.
Dia menjelaskan, kenaikan tarif ini akibat adanya perubahan pembagian hasil antara Pemkab Maros dan BPCB Sulsel. Selain itu kenaikan tarif juga untuk menutupi biaya asuransi bagi pengunjung.
"Nanti sudah ada asuransi untuk pengunjung yang dipotong Rp1.000 dari uang masuk. Sisanya 70 persen untuk Pemda Maros , 30 persen untuk BPCB," tuturnya.
Dia pun berharap, dengan dibukanya kembali Leang-leang dapat menjadi salah satu penyumbang PAD setelah Bantimurung.
"Seperti yang kita tahu Leang-leang ini adalah salah satu geosite yang ada di Maros-Pangkep, dan merupakan tempat untuk belajar bagi mahasiswa maupun peneliti," jelasnya.
Baca juga:61 Kasus Kebakaran Terjadi di Maros, 48 Persen Akibat Arus Pendek
Sebagai informasi, penutupan Leang-leang inimembuat Pemkab Maros merugi hingga Rp500 juta.
"Di tahun 2020, khusus untuk Taman Prasejarah Leang-leang ini ditargetkan Rp250 juta, begitu pula pada tahun 2021. Dalam dua tahun tersebut kita sama sekali tidak memperoleh pendapatan," terangnya.
(luq)
Lihat Juga :