Angka Kasus Narkoba di Kabupaten Wajo Menurun Selama Tahun 2021
Rabu, 05 Januari 2022 - 20:57 WIB
loading...
Angka kasus narkoba di Wajo menurun selama tahun 2021. Foto: Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
WAJO - Angka kasus narkoba di Kabupaten Wajo menurun selama tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 lalu. Yakni 286 dari 351 kasus narkoba.
KBO Satnarkoba Polres Wajo, Iptu Ami Suandi, mengatakan, kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kabupaten Wajo terbilang menurun di tahun 2021.
Baca Juga: Gagalkan Peredaran Narkotika Selama 2021, BNN: 1.109 Orang Jadi Tersangka
"Tahun ini kita ada penurunan kasus 65 kasus, dibandingkan tahun 2020 sebanyak 351 kasus," bebernya.
Pihaknya mengatakan dari kasus tersebut kebanyakan barang harap dipasok dari Kabupaten Sidrap. "Dari Sidrap paling banyak," ujar kepada Sindo, Rabu (5/1/2022).
Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, dalam merendam kasus peredaran narkoba di Kabupaten Wajo, dibutuhkan keterlibatan semua lini. Termasuk masyarakat.
Langkah lainnya, melakukan sosialisasi ke masyarakat utamanya kepada orang tua tentang bahaya penggunaan narkotika. Karena dapat merusak kesehatan, mental para generasi muda.
"Masyarakat merupakan garda terdepan sebagai informan. Sehingga kita dari pemerintah dan Aparat Penegak Hukum bisa turun melaksanakan penertiban ataupun penindakan," pungkasnya.
Baca Juga: Kalapas Narkotika Sungguminasa Berganti, Harun Sebut Tak Terkait Kematian Napi
KBO Satnarkoba Polres Wajo, Iptu Ami Suandi, mengatakan, kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Kabupaten Wajo terbilang menurun di tahun 2021.
Baca Juga: Gagalkan Peredaran Narkotika Selama 2021, BNN: 1.109 Orang Jadi Tersangka
"Tahun ini kita ada penurunan kasus 65 kasus, dibandingkan tahun 2020 sebanyak 351 kasus," bebernya.
Pihaknya mengatakan dari kasus tersebut kebanyakan barang harap dipasok dari Kabupaten Sidrap. "Dari Sidrap paling banyak," ujar kepada Sindo, Rabu (5/1/2022).
Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, dalam merendam kasus peredaran narkoba di Kabupaten Wajo, dibutuhkan keterlibatan semua lini. Termasuk masyarakat.
Langkah lainnya, melakukan sosialisasi ke masyarakat utamanya kepada orang tua tentang bahaya penggunaan narkotika. Karena dapat merusak kesehatan, mental para generasi muda.
"Masyarakat merupakan garda terdepan sebagai informan. Sehingga kita dari pemerintah dan Aparat Penegak Hukum bisa turun melaksanakan penertiban ataupun penindakan," pungkasnya.
Baca Juga: Kalapas Narkotika Sungguminasa Berganti, Harun Sebut Tak Terkait Kematian Napi
(agn)
Lihat Juga :