Pendidikan dan Moderasi Beragama Perkuat Persatuan Bangsa
Rabu, 05 Januari 2022 - 03:15 WIB
loading...
A
A
A
"Moderasi beragama perlu untuk menjadi mata ajar di sekolah-sekolah. Ini memiliki banyak manfaat sebagai pengungkit sifat dan naluri kemanusiaan, rasa cinta, kasih dan sayang. Ini perlu dilakukan secara berkesinambungan mulai dari pendidikan dasar hingga tinggi," jelasnya.
Setelah selesai menempuh pendidikan, maka tinggal memperdalam kembali toleransi dan moderasi beragama. "Ini agar tidak hilang begitu saja misalnya akibat dari adanya budaya-budaya luar yang masuk yang bisa merusak budaya yang dimiliki bangsa ini," katanya.
Anggota Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama BNPT RI ini menilai, maraknya kasus dan praktik intoleransi di negeri ini karena kurangnya memahami arti nilai keluhuran atas rasa cinta dan kasih sayang.
Baca juga: Kemenag Sebut Generasi Milenial Agen Moderasi Beragama
"Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna karena memiliki akal dan pikiran yang berbasis cinta, kasih dan sayang. Maka perbuatan kepada manusia lainnya juga semestinya atas nama tersebut. Ini yang mesti ditanamkan agar pemahaman itu semakin kuat," ujarnya.
Mahmudi menjelaskan, dari sudut pandang ajaran Islam sejatinya toleransi adalah keniscayaan. Konseprahmatal lil ‘alamin, memiliki arti agama yang mengayomi seluruh alam. Islam selalu menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati bukan memaksa.
Setelah selesai menempuh pendidikan, maka tinggal memperdalam kembali toleransi dan moderasi beragama. "Ini agar tidak hilang begitu saja misalnya akibat dari adanya budaya-budaya luar yang masuk yang bisa merusak budaya yang dimiliki bangsa ini," katanya.
Anggota Gugus Tugas Pemuka Lintas Agama BNPT RI ini menilai, maraknya kasus dan praktik intoleransi di negeri ini karena kurangnya memahami arti nilai keluhuran atas rasa cinta dan kasih sayang.
Baca juga: Kemenag Sebut Generasi Milenial Agen Moderasi Beragama
"Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna karena memiliki akal dan pikiran yang berbasis cinta, kasih dan sayang. Maka perbuatan kepada manusia lainnya juga semestinya atas nama tersebut. Ini yang mesti ditanamkan agar pemahaman itu semakin kuat," ujarnya.
Mahmudi menjelaskan, dari sudut pandang ajaran Islam sejatinya toleransi adalah keniscayaan. Konseprahmatal lil ‘alamin, memiliki arti agama yang mengayomi seluruh alam. Islam selalu menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati bukan memaksa.
Lihat Juga :