Cabai Rawit Sumbang Inflasi Terbesar Kota Manado
Selasa, 04 Januari 2022 - 00:43 WIB
loading...
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat cabai rawit memberikan sumbang inflasi terbesar di Kota Manado pada Desember 2021. Foto SINDOnews
A
A
A
MANADO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat cabai rawit sumbang inflasi terbesar di Kota Manado pada Desember 2021. Inflasi yang disumbang cabat rawit sebesar 0,5942 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah ikan selar/ikan tude sebesar 0,0820 persen.
Kepala BPS Provinsi Sulut Asim Saputra mengatakan bahwa Kota Manado menempati urutan keenam inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-23 secara nasional. Baca juga: Inflasi 0,57% Terjadi di Desember 2021, Cabai Rawit dan Minyak Goreng Jadi Biang Kerok
"Bulan Desember 2021 Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,95 persen karena adanya peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 107,54 pada November 2021 menjadi 108,56 pada Desember 2021," kata Asim Saputra, Senin (3/1/2022).
Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, tiga kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,90 persen, kelompok transportasi sebesar 0,92 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen.
Kepala BPS Provinsi Sulut Asim Saputra mengatakan bahwa Kota Manado menempati urutan keenam inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-23 secara nasional. Baca juga: Inflasi 0,57% Terjadi di Desember 2021, Cabai Rawit dan Minyak Goreng Jadi Biang Kerok
"Bulan Desember 2021 Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,95 persen karena adanya peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 107,54 pada November 2021 menjadi 108,56 pada Desember 2021," kata Asim Saputra, Senin (3/1/2022).
Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, tiga kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,90 persen, kelompok transportasi sebesar 0,92 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen.
Lihat Juga :