Wagub DKI Punya Peluang Besar Maju Jadi Cagub Jakarta 2024
Senin, 03 Januari 2022 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Hanya saja, kata dia, masa jabatan akan menjadi sebuah persoalan besar bagi politikus Gerindra tersebut. Sebab, kata dia, setelah turun jabatan di tahun 2022, maka Ariza kemungkinan akan kehilangan panggung politiknya.
"Apakah dia bisa mempertahankan eksistensinya setelah turun di 2022 ini sampai 2024, dua tahun kosong tanpa jabatan," ujarnya. Sementara, kata dia, bakal calon lain dari kalangan menteri seperti Bahlil Lahadalia atau bahkan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharinu juga dinilai memiliki peluang yang cukup besar.
Sebab, jika Presiden Jokowi masih meminta keduanya untuk terus berada dalam kabinet, maka bakal calon dari kalangan menteri ini akan tetap mendapat panggung politik hingga 2024 mendatang.
Sedangkan, sosok Airin Rachmy serta sejumlah nama dari unsur mantan atau yang masih menjabat sebagai kepala daerah juga masih memiliki peluang untuk menduduki kursi orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut. Hanya saja, mereka harus mampu menjelaskan kepada masyarakat jika nantinya memimpin Jakarta akan jauh lebih baik dibanding mereka memimpin daerah sebelumnya.
"Jakarta punya kompleksitasnya sendiri, dan perlu meyakinkan warga Jakarta bahwa dia punya kemampuan, kapabilitas, kompetensi yang diinginkan warga Jakarta untuk menjawab persoalan-persoalan di Jakarta," ucapnya.
"Apakah dia bisa mempertahankan eksistensinya setelah turun di 2022 ini sampai 2024, dua tahun kosong tanpa jabatan," ujarnya. Sementara, kata dia, bakal calon lain dari kalangan menteri seperti Bahlil Lahadalia atau bahkan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharinu juga dinilai memiliki peluang yang cukup besar.
Sebab, jika Presiden Jokowi masih meminta keduanya untuk terus berada dalam kabinet, maka bakal calon dari kalangan menteri ini akan tetap mendapat panggung politik hingga 2024 mendatang.
Sedangkan, sosok Airin Rachmy serta sejumlah nama dari unsur mantan atau yang masih menjabat sebagai kepala daerah juga masih memiliki peluang untuk menduduki kursi orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut. Hanya saja, mereka harus mampu menjelaskan kepada masyarakat jika nantinya memimpin Jakarta akan jauh lebih baik dibanding mereka memimpin daerah sebelumnya.
"Jakarta punya kompleksitasnya sendiri, dan perlu meyakinkan warga Jakarta bahwa dia punya kemampuan, kapabilitas, kompetensi yang diinginkan warga Jakarta untuk menjawab persoalan-persoalan di Jakarta," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :