Tak Terima Dinyatakan COVID-19, Keluarga Jemput Paksa Jenazah
Rabu, 10 Juni 2020 - 07:01 WIB
loading...
Pihak keluarga saat mengambil jenazah dari RS Wali Songo Balongoanggang. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan
A
A
A
GRESIK - Tidak terima dinyatakan COVID-19, keluarga almarhumah Rusmiani (51) mengambil paksa jenazah PDP di Rumah Sakit (RS) Wali Songo Balongpangang, Kabupaten Gresik.
(Baca juga: Classmeeting Daring SD Muhlas, Obati Kerinduan Pada Teman Sekolah )
Keluarga itu pun memakamkan jenazah almarhumah tanpa protokol kesehatan. Almarhumah diketahui merupakan warga Desa Pacuh, Kecamatan Balongoanggang, Kabupaten Gresik. Keluarha almarhumah mengambil paksa jenazah, dengan menumpang mobil ambulan.
Rusmiani diketahui sudah tiga hari dirawat di rumah sakit itu. Pihak keluarga berdalih wanita itu sakit karena kekurangan HB. Tidak ada hubungannya dengan pandemi COVID-19.
Setelah menjalani rawat inap, almarhumah sempat pulang ke rumah. Namun, kondisinya semakin memburuk. Fisiknya lemah, almarhumah kembali dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 00.00 WIB.
(Baca juga: Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 )
Setelah tiga jam menjalani perawatan, almarhumah meninggal dunia. "Almarhum tidak punya riwayat bersentuhan dengan orang atau klaster COVID-19. Kami sudah membuat surat pernyataan kalau mertua saya bukan PDP," kata Heri, menantu almarhum.
(Baca juga: Classmeeting Daring SD Muhlas, Obati Kerinduan Pada Teman Sekolah )
Keluarga itu pun memakamkan jenazah almarhumah tanpa protokol kesehatan. Almarhumah diketahui merupakan warga Desa Pacuh, Kecamatan Balongoanggang, Kabupaten Gresik. Keluarha almarhumah mengambil paksa jenazah, dengan menumpang mobil ambulan.
Rusmiani diketahui sudah tiga hari dirawat di rumah sakit itu. Pihak keluarga berdalih wanita itu sakit karena kekurangan HB. Tidak ada hubungannya dengan pandemi COVID-19.
Setelah menjalani rawat inap, almarhumah sempat pulang ke rumah. Namun, kondisinya semakin memburuk. Fisiknya lemah, almarhumah kembali dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 00.00 WIB.
(Baca juga: Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022 )
Setelah tiga jam menjalani perawatan, almarhumah meninggal dunia. "Almarhum tidak punya riwayat bersentuhan dengan orang atau klaster COVID-19. Kami sudah membuat surat pernyataan kalau mertua saya bukan PDP," kata Heri, menantu almarhum.
Lihat Juga :