Cakupan Vaksinasi untuk Pelajar di Luwu Utara Capai 92%
Selasa, 28 Desember 2021 - 15:31 WIB
loading...
Cakupan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar, khusus berusia antara 11–14 tahun di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kini sudah mencapai 92%. Foto: Diskominfo Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Cakupan vaksinasi COVID-19 untuk pelajar, khusus berusia antara 11–14 tahun di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, kini sudah mencapai 92% per Senin, 27 Desember 2021
Dari 1.608 sasaran, ada 1.485 yang sudah divaksin atau 92% pelajar usia SMP yang telah mendapatkan vaksinasi. Hal ini diungkap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Hasbullah, dalam Rapat Persiapan Vaksinasi Massal, di Ruang Rapat Sekda, Senin (27/12/2021).
Baca Juga: Vaksinasi Massal Akhir Tahun, Pemkab Luwu Utara Siapkan Berbagai Hadiah
Jadi, tersisa 125 orang belum divaksin. Kebanyakan pelajar yang belum divaksin adalah pelajar dari Kecamatan Seko. “Alhamdulillah, capaian vaksinasi kita khusus pelajar SMP sudah 92%. Kita masuk 5 besar tingkat provinsi,” ungkap Hasbullah.
Capain ini sudah luar biasa. Hanya saja, kata dia, pelajar Seko perlu mendapatkan strategi khusus untuk mengejar target vaksinasi. “Kita memang terkendala di Seko. Anak-anak sudah siap, tapi terkendala distribusi vaksin,” terangnya.
Untuk itu, ia meminta dinas terkait untuk mencari formulasi dan strategi yang tepat agar vaksin untuk pelajar bisa cepat sampai di Seko.
“Distribusi vaksin menjadi sulit, karena vaksin ini tidak bisa bermalam, harus langsung dipakai,” timpal dia.
Dari 1.608 sasaran, ada 1.485 yang sudah divaksin atau 92% pelajar usia SMP yang telah mendapatkan vaksinasi. Hal ini diungkap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Hasbullah, dalam Rapat Persiapan Vaksinasi Massal, di Ruang Rapat Sekda, Senin (27/12/2021).
Baca Juga: Vaksinasi Massal Akhir Tahun, Pemkab Luwu Utara Siapkan Berbagai Hadiah
Jadi, tersisa 125 orang belum divaksin. Kebanyakan pelajar yang belum divaksin adalah pelajar dari Kecamatan Seko. “Alhamdulillah, capaian vaksinasi kita khusus pelajar SMP sudah 92%. Kita masuk 5 besar tingkat provinsi,” ungkap Hasbullah.
Capain ini sudah luar biasa. Hanya saja, kata dia, pelajar Seko perlu mendapatkan strategi khusus untuk mengejar target vaksinasi. “Kita memang terkendala di Seko. Anak-anak sudah siap, tapi terkendala distribusi vaksin,” terangnya.
Untuk itu, ia meminta dinas terkait untuk mencari formulasi dan strategi yang tepat agar vaksin untuk pelajar bisa cepat sampai di Seko.
“Distribusi vaksin menjadi sulit, karena vaksin ini tidak bisa bermalam, harus langsung dipakai,” timpal dia.
Lihat Juga :