Profil Guruh Arif Darmawan, Kapolres Jakarta Utara Ternyata Komandan Satgas Operasi Tinombala
Senin, 27 Desember 2021 - 17:01 WIB
loading...
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan (kiri) ternyata pernah menjadi Komandan Sektor III Satgas Tinombala. Dia berhasil menangkap Basri alias Bagong, orang kedua kelompok bersenjata Santoso di Poso. Foto: IG @guruh_arif
A
A
A
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan ternyata pernah menjadi Komandan Sektor III Satgas Tinombala . Saat berpangkat AKBP, dia berhasil menangkap Basri alias Bagong, orang kedua kelompok bersenjata Santoso alias Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah.
Basri masuk urutan kedua daftar pencarian orang (DPO) anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Tak hanya Basri, istrinya yakni Nurmi Usman turut diamankan.
Baca juga: Profil Gatot Eddy Pramono, Wakapolri yang Bongkar Kasus Penipuan Kartu Kredit Rp81 Miliar
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (27/12/2021), usai ditangkap Basri kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palu dengan dikawal Guruh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain Basri dan Santoso, pimpinan MIT yang juga paling berbahaya adalah Ali Kalora. Ali tewas dalam kontak tembak di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, pada September 2021.
Seorang warganet mengomentari Satgas Tinombala yang berhasil menangkap Basri. “Ini paling epik...basri alias bagong, teroris poso yg paling dicari setelah santoso, ditangkap dan diperlakukan dgn sangat humanis...top, ndan!!!” ujar @ jafarbuaisme.
Usai bertugas dalam Operasi Tinombala, karier Guruh makin moncer. Pada 2016-2017 lulusan Akpol 1995 ini menjabat Wadansat Brimob Polda Metro Jaya. Kemudian, tahun 2017-2018 menjadi Dansat Brimob Polda Sulteng lalu Dansat Brimob Polda Kepri (2018-2019) hingga Kapolres Metro Jakarta Utara.
Baca juga: Brigjen Hendro Pandowo, Wakapolda Metro Jaya yang Melibas Mafia Bola
Basri masuk urutan kedua daftar pencarian orang (DPO) anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Tak hanya Basri, istrinya yakni Nurmi Usman turut diamankan.
Baca juga: Profil Gatot Eddy Pramono, Wakapolri yang Bongkar Kasus Penipuan Kartu Kredit Rp81 Miliar
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (27/12/2021), usai ditangkap Basri kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palu dengan dikawal Guruh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain Basri dan Santoso, pimpinan MIT yang juga paling berbahaya adalah Ali Kalora. Ali tewas dalam kontak tembak di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, pada September 2021.
Seorang warganet mengomentari Satgas Tinombala yang berhasil menangkap Basri. “Ini paling epik...basri alias bagong, teroris poso yg paling dicari setelah santoso, ditangkap dan diperlakukan dgn sangat humanis...top, ndan!!!” ujar @ jafarbuaisme.
Usai bertugas dalam Operasi Tinombala, karier Guruh makin moncer. Pada 2016-2017 lulusan Akpol 1995 ini menjabat Wadansat Brimob Polda Metro Jaya. Kemudian, tahun 2017-2018 menjadi Dansat Brimob Polda Sulteng lalu Dansat Brimob Polda Kepri (2018-2019) hingga Kapolres Metro Jakarta Utara.
Baca juga: Brigjen Hendro Pandowo, Wakapolda Metro Jaya yang Melibas Mafia Bola
Lihat Juga :