Viral Usaha Jembatan Perahu H Endang di Karawang, Raup Rp25 Juta Sehari
Senin, 27 Desember 2021 - 06:25 WIB
loading...
Sosok H Endang mendadak viral setelah membuka usaha penyeberangan melalui jembatan perahu di Sungai Citarum. Setiap harinya, ribuan kendaraan roda dua menggunakan jasa penyeberangan perahu milik Endang. SINDOnews/Nila
A
A
A
KARAWANG - Nama H. Endang (69), warga Dusun Rumambe, Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, mendadak viral di media sosial.
Sosok H Endang mendadak viral setelah membuka usaha penyeberangan melalui jembatan perahu di Sungai Citarum. Setiap harinya, ribuan kendaraan roda dua menggunakan jasa penyeberangan perahu milik Endang.
Menurut Endang, usaha jasa penyeberangan perahu yang menghubungkan Desa Anggadita dengan Desa Parungmulya menjadi sumber inspirasi bagi dirinya.
Kedua desa tersebut dibelah oleh Sungai Citarum sepanjang 120 meter. Ratusan perusahaan industri berada di kedua desa tersebut. Namun karena dipisahkan oleh sungai Citarum ribuan karyawan industri harus berputar jauh untuk menuju perusahaannya.
"Karyawan pabrik harus mutar jauh untuk ke kantor karena tidak ada jembatan untuk menyeberang. Akhirnya tahun 2010 saya punya ide untuk memulai usaha penyeberangan perahu. Setiap tahun puluhan pabrik berdiri di dua desa itu hingga karyawan yang menggunakan jasa penyeberangan semakin banyak," kata Endang, ditemui MNC Portal Indonesia, Minggu (26/12/21).
Endang mengaku berdasarkan laporan dalam pembukuannya tercatat setiap hari ada 10 ribu lebih kendaraan roda dua yang menggunakan jasa penyeberangannya. Satu kendaraan dipatok harga Rp 2000 untuk sekali menyeberang.
Sosok H Endang mendadak viral setelah membuka usaha penyeberangan melalui jembatan perahu di Sungai Citarum. Setiap harinya, ribuan kendaraan roda dua menggunakan jasa penyeberangan perahu milik Endang.
Menurut Endang, usaha jasa penyeberangan perahu yang menghubungkan Desa Anggadita dengan Desa Parungmulya menjadi sumber inspirasi bagi dirinya.
Kedua desa tersebut dibelah oleh Sungai Citarum sepanjang 120 meter. Ratusan perusahaan industri berada di kedua desa tersebut. Namun karena dipisahkan oleh sungai Citarum ribuan karyawan industri harus berputar jauh untuk menuju perusahaannya.
"Karyawan pabrik harus mutar jauh untuk ke kantor karena tidak ada jembatan untuk menyeberang. Akhirnya tahun 2010 saya punya ide untuk memulai usaha penyeberangan perahu. Setiap tahun puluhan pabrik berdiri di dua desa itu hingga karyawan yang menggunakan jasa penyeberangan semakin banyak," kata Endang, ditemui MNC Portal Indonesia, Minggu (26/12/21).
Endang mengaku berdasarkan laporan dalam pembukuannya tercatat setiap hari ada 10 ribu lebih kendaraan roda dua yang menggunakan jasa penyeberangannya. Satu kendaraan dipatok harga Rp 2000 untuk sekali menyeberang.
Lihat Juga :