Kisah Dea, Dulu Terapis Plus Plus Kini PSK Online Apartemen
Minggu, 26 Desember 2021 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, tidak mudah bekerja seperti ini sendiri. Banyak pengalaman buruk yang terjadi misalnya pria hidung belang yang hanya tanya-tanya atau mem-bully-nya. “Kalau itu sudah risiko, jadi saya anggap hal biasa,” ucapnya.
Baca juga: Blak-blakan Indah Karyawati Bank Swasta Nyambi PSK Online karena Hiperseks
Perlu diketahui, Dea merupakan salah satu dari sekian banyak terapis yang terimbas pandemi Covid-19 kemudian beralih menjadi PSK online. Mereka juga harus mengirimkan uang keluarga di kampung dan belum lagi membiayai kebutuhan sehari-hari.
“Mulai dari cicilan mobil, transportasi kerja sampai bayar kos-kosan,” kata Re (24), terapis di spa dan sauna Cengkareng, Jakarta Barat.
Seharian bekerja sebagai terapis, dia mendapatkan penghasilan Rp1 juta-Rp2 juta. Jumlah itu masih kurang mengingat kebutuhannya cukup tinggi. Dia harus mengirimkan Rp5 juta-Rp7 juta untuk keluarga di kampung, sementara sewa kos-kosan dia merogoh Rp2 juta per bulan dan transportasi Rp100 ribu-Rp200 ribu per hari.
Baca juga: Blak-blakan Indah Karyawati Bank Swasta Nyambi PSK Online karena Hiperseks
Perlu diketahui, Dea merupakan salah satu dari sekian banyak terapis yang terimbas pandemi Covid-19 kemudian beralih menjadi PSK online. Mereka juga harus mengirimkan uang keluarga di kampung dan belum lagi membiayai kebutuhan sehari-hari.
“Mulai dari cicilan mobil, transportasi kerja sampai bayar kos-kosan,” kata Re (24), terapis di spa dan sauna Cengkareng, Jakarta Barat.
Seharian bekerja sebagai terapis, dia mendapatkan penghasilan Rp1 juta-Rp2 juta. Jumlah itu masih kurang mengingat kebutuhannya cukup tinggi. Dia harus mengirimkan Rp5 juta-Rp7 juta untuk keluarga di kampung, sementara sewa kos-kosan dia merogoh Rp2 juta per bulan dan transportasi Rp100 ribu-Rp200 ribu per hari.
(jon)
Lihat Juga :