Masa Sulit Pandemi COVID-19 yang Membuat Nelayan Makin Terjepit
Selasa, 09 Juni 2020 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Adapun untuk ikan hasil budidaya, Jafar pun menyebutkan bahwa permintaan ikan air tawar juga turun. Beruntung, terdapat peningkatan serapan udang dari dari sejumlah daerah penghasil udang di Jabar, khususnya untuk pasar ekpor.
"Rupanya, di India dan negara-negara Afrika, daerah penghasil udang mereka terkena dampak. Sehingga, permintaan kita jadi lebih tinggi hingga 30 persen," jelasnya.
(Baca: Gelombang Tinggi, Nelayan Indramayu Tak Berani Melaut)
Jafar menambahkan, pandemi COVID-19 ini pun memaksa pihaknya menghentikan sementara sejumlah program kerjanya, di antaranya program bantuan maupun pembangunan akibat realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19.
"Namun, masih ada program yang jalan terus seperti pemurnian induk ikan karena tidak dapat dihentikan. Kalau dihentikan, itu harus mulai dari awal. Ini pemurnian untuk menemukan induk yang unggul," katanya.
"Rupanya, di India dan negara-negara Afrika, daerah penghasil udang mereka terkena dampak. Sehingga, permintaan kita jadi lebih tinggi hingga 30 persen," jelasnya.
(Baca: Gelombang Tinggi, Nelayan Indramayu Tak Berani Melaut)
Jafar menambahkan, pandemi COVID-19 ini pun memaksa pihaknya menghentikan sementara sejumlah program kerjanya, di antaranya program bantuan maupun pembangunan akibat realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19.
"Namun, masih ada program yang jalan terus seperti pemurnian induk ikan karena tidak dapat dihentikan. Kalau dihentikan, itu harus mulai dari awal. Ini pemurnian untuk menemukan induk yang unggul," katanya.
(muh)
Lihat Juga :