Soal Konvensi Partai Perindo, Pakar Unpad Sebut Positif untuk Pendidikan Politik Rakyat
Rabu, 22 Desember 2021 - 16:17 WIB
loading...
Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Mudiyati Rahmatunnisa.Foto/ist
A
A
A
BANDUNG - Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Mudiyati Rahmatunnisa mengatakan, proses konvensi rakyat yang saat ini sedang dilakukan oleh Partai Perindo adalah bentuk pendidikan politik yang baru dan sangat baik. Proses itu dinilai memberi kebebasan kepada siapapun untuk terjun ke dunia politik.
"Konvensi Partai Perindo ini memberikan good praktic terkait penjaringan kader untuk dicalonkan menjadi calon anggota legislatif. Ini langkah baik, ada value positif dan partisipasi yang inklusi," jelas Mudiyati, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Perlu Langkah Serius, 6,5 Juta Anak Indonesia Alami Stunting
Menurut dia, melalui mekanisme konvensi Partai Perindo, siapa saja bisa mendaftar jika memenuhi kualifikasi awal. Apalagi pada proses ini juga berlaku bagi kalangan internal atau kader Perindo. Artinya, semua orang punya kesempatan yang sama.
Menurut dia, hal Ini adalah kebiasaan baru di Indonesia. Apalagi, pada pelaksanaanya mengawinkan penggunaan teknologi dan politik. Dari proses itu ada e voting yang akan melihat berapa konstituennya. "Mungkin dari jumlah pendukungnya itu akan menentukan nomor urut. Jadi itu clear mekanismenya," ujar dia.
"Konvensi Partai Perindo ini memberikan good praktic terkait penjaringan kader untuk dicalonkan menjadi calon anggota legislatif. Ini langkah baik, ada value positif dan partisipasi yang inklusi," jelas Mudiyati, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Perlu Langkah Serius, 6,5 Juta Anak Indonesia Alami Stunting
Menurut dia, melalui mekanisme konvensi Partai Perindo, siapa saja bisa mendaftar jika memenuhi kualifikasi awal. Apalagi pada proses ini juga berlaku bagi kalangan internal atau kader Perindo. Artinya, semua orang punya kesempatan yang sama.
Menurut dia, hal Ini adalah kebiasaan baru di Indonesia. Apalagi, pada pelaksanaanya mengawinkan penggunaan teknologi dan politik. Dari proses itu ada e voting yang akan melihat berapa konstituennya. "Mungkin dari jumlah pendukungnya itu akan menentukan nomor urut. Jadi itu clear mekanismenya," ujar dia.
Lihat Juga :