Pengamat Ini Apresiasi Penanganan Cepat Kasus Pelecehan Seksual Mitra GoCar
Rabu, 22 Desember 2021 - 14:52 WIB
loading...
Pelecehan seksual. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Sosial Universitas Indonesia Devie Rahmawati mengapresiasi langkah GoJek selaku operator taksi online GoCar yang bergerak cepat dalam kasus pelecehan seksual terhadap perawat yang dilakukan mitra driver GoCar berinisial HS.
Menurut dia, GoJek sudah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan melakukan tahapan dari hulu ke hilir. “SOP yang dijalankan GoJek sudah sangat tepat. Begitu ada kasus, GoJek langsung sigap menonaktifkan akun mitra driver GoCar, berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengusut kasus ini, hingga memberikan pendampingan dan bantuan perawatan maupun pemulihan secara fisik serta psikis,” ujar Devie seperti dikutip, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Dugaan Pemerkosaan Perawat oleh Sopir Mitra GoCar Ditangani Polda Metro Jaya
Dia menilai GoJek merupakan satu dari sedikit perusahaan yang mempunyai kebijakan terkait SOP seperti itu. Bahkan, sebenarnya GoJek juga sudah memberikan edukasi terhadap mitra driver untuk memperlakukan pelanggan sebaik mungkin.
“Jadi SOP yang dijalankan GoJek ini bukan hanya kebijakan setelah terjadinya kekerasan seksual. Berbagai edukasi sudah diberikan GoJek kepada mitra driver. Salah satunya modul pelatihan ‘Kenali dan Hindari Pelecehan Seksual’ di aplikasi driver. Artinya, tahapan SOP untuk mitra driver sudah benar-benar sangat lengkap dari hulu ke hilir,” katanya.
Selain itu, di aplikasi GoJek sebenarnya tersedia tombol darurat. Tombol darurat ini terhubung langsung dengan operator jika pelanggan mengalami keadaan darurat seperti pelecehan seksual, perlakuan tidak menyenangkan dari driver, dan sebagainya. Nantinya akan ada tim Unit Darurat GoJek yang dikirim ke lokasi untuk memberikan bantuan.
Menurut dia, GoJek sudah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan melakukan tahapan dari hulu ke hilir. “SOP yang dijalankan GoJek sudah sangat tepat. Begitu ada kasus, GoJek langsung sigap menonaktifkan akun mitra driver GoCar, berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengusut kasus ini, hingga memberikan pendampingan dan bantuan perawatan maupun pemulihan secara fisik serta psikis,” ujar Devie seperti dikutip, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Dugaan Pemerkosaan Perawat oleh Sopir Mitra GoCar Ditangani Polda Metro Jaya
Dia menilai GoJek merupakan satu dari sedikit perusahaan yang mempunyai kebijakan terkait SOP seperti itu. Bahkan, sebenarnya GoJek juga sudah memberikan edukasi terhadap mitra driver untuk memperlakukan pelanggan sebaik mungkin.
“Jadi SOP yang dijalankan GoJek ini bukan hanya kebijakan setelah terjadinya kekerasan seksual. Berbagai edukasi sudah diberikan GoJek kepada mitra driver. Salah satunya modul pelatihan ‘Kenali dan Hindari Pelecehan Seksual’ di aplikasi driver. Artinya, tahapan SOP untuk mitra driver sudah benar-benar sangat lengkap dari hulu ke hilir,” katanya.
Selain itu, di aplikasi GoJek sebenarnya tersedia tombol darurat. Tombol darurat ini terhubung langsung dengan operator jika pelanggan mengalami keadaan darurat seperti pelecehan seksual, perlakuan tidak menyenangkan dari driver, dan sebagainya. Nantinya akan ada tim Unit Darurat GoJek yang dikirim ke lokasi untuk memberikan bantuan.
Lihat Juga :