Menjerit! Bocah SD di Sekayu Ternyata Kena Tembak Peluru Nyasar
Selasa, 21 Desember 2021 - 19:13 WIB
loading...
RH (10), bocah SDN Griya Randik, Sekayu, Musi Banyuasin dibawa ke rumah sakit usai tertembak peluru nyasar. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A
A
A
SEKAYU - RH (10), bocah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Griya Randik, Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan mengalami kejadian tragis. Saat pulang sekolah, bocahSD tersebut diduga tertembak peluru nyasar. Sehingga mengalami luka di bagian lengan kiri.
Rasmi, ibu korban mengatakan, bahwa saat kejadian dirinya baru saja menjemput anaknya tersebut pulang dari sekolah menggunakan sepeda motor sekitar pukul 10.30 WIB.
Baca juga: Ditempeleng Provost Kodam II Sriwijaya, Kondisi Polwan Briptu Ayu Membaik
"Tiba-tiba saja saya mendengar anak saya itu menjerit kesakitan. Waktu dilihat ternyata lengan sebelah kirinya seperti terkena peluru dan mengeluarkan darah. Saya langsung berhenti dan dibantu warga sekitar mengeluarkan pelurunya," ujar Rasmi, Selasa (21/12/2021).
Hanya saja pada saat kejadian, lanjut Rasmi, dirinya tidak mendengar adanya suara letusan tembakan.
Namun peluru yang sudah dikeluarkan dari lengan anaknya langsung diamankan warga dan dibawa ke kantor polisi.
"Saya langsung saja telepon suami saya yang lagi kerja. Kemudian membawa anak kami ke RSUD Sekayu. Sampai di RS, pelurunya sudah tidak ada lagi," terangnya.
Rasmi, ibu korban mengatakan, bahwa saat kejadian dirinya baru saja menjemput anaknya tersebut pulang dari sekolah menggunakan sepeda motor sekitar pukul 10.30 WIB.
Baca juga: Ditempeleng Provost Kodam II Sriwijaya, Kondisi Polwan Briptu Ayu Membaik
"Tiba-tiba saja saya mendengar anak saya itu menjerit kesakitan. Waktu dilihat ternyata lengan sebelah kirinya seperti terkena peluru dan mengeluarkan darah. Saya langsung berhenti dan dibantu warga sekitar mengeluarkan pelurunya," ujar Rasmi, Selasa (21/12/2021).
Hanya saja pada saat kejadian, lanjut Rasmi, dirinya tidak mendengar adanya suara letusan tembakan.
Namun peluru yang sudah dikeluarkan dari lengan anaknya langsung diamankan warga dan dibawa ke kantor polisi.
"Saya langsung saja telepon suami saya yang lagi kerja. Kemudian membawa anak kami ke RSUD Sekayu. Sampai di RS, pelurunya sudah tidak ada lagi," terangnya.
Lihat Juga :