Jembatan Penghubung Desa di Bungaya Ambruk Diterjang Arus Sungai
Selasa, 21 Desember 2021 - 12:39 WIB
loading...
Kondisi jembatan di Dusun Moncongan dan Dusun Talumene, Desa Bontomanai yang ambruk, Selasa (21/12) dini hari. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Tingginya curah hujan di Kabupaten Gowa menyebabkan jembatan kayu yang menghubungkan antara Dusun Moncongan dan Dusun Talumene Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, ambruk .
Akibatnya akses jalan menuju Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju terputus. Kapolsek Bungaya, Iptu Hafit Yudin mengatakan, putusnya jembatan tersebut diperkirakan pukul 03.00 Wita, Selasa (21/12).
Baca juga:Diterjang Banjir Kali Lamong, Jembatan Sepanjang 100 Meter Patah Jadi Dua
"Jembatan ini terbuat dari kayu atau batang pohon kelapa yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setelah peristiwa bencana alam longsor dan banjir pada bulan Januari tahun 2019 lalu," ungkapnya.
Menurut Hafit, tingginya curah hujan membuat air di Sungai Biring Kaloro Dusun Moncongan, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya meluap, kemudian menghantam fondasi jembatan.
Baca juga:Mengerikan! 2 Pekerja Diduga Tewas Tertimbun Pondasi Jembatan yang Ambruk
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Namun kerugian materil mencapai kurang lebih Rp100 juta dan imbasnya kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Terkait peristiwa ini Kasi Humas Polres Gowa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, terkhusus di saat musim hujan dan angin kencang untuk menghindari korban jiwa.
Akibatnya akses jalan menuju Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju terputus. Kapolsek Bungaya, Iptu Hafit Yudin mengatakan, putusnya jembatan tersebut diperkirakan pukul 03.00 Wita, Selasa (21/12).
Baca juga:Diterjang Banjir Kali Lamong, Jembatan Sepanjang 100 Meter Patah Jadi Dua
"Jembatan ini terbuat dari kayu atau batang pohon kelapa yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat setelah peristiwa bencana alam longsor dan banjir pada bulan Januari tahun 2019 lalu," ungkapnya.
Menurut Hafit, tingginya curah hujan membuat air di Sungai Biring Kaloro Dusun Moncongan, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya meluap, kemudian menghantam fondasi jembatan.
Baca juga:Mengerikan! 2 Pekerja Diduga Tewas Tertimbun Pondasi Jembatan yang Ambruk
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Namun kerugian materil mencapai kurang lebih Rp100 juta dan imbasnya kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Terkait peristiwa ini Kasi Humas Polres Gowa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, terkhusus di saat musim hujan dan angin kencang untuk menghindari korban jiwa.
(luq)
Lihat Juga :