Pabrik Baja di Mojokerto Meledak, 9 Pekerja Terluka

Selasa, 09 Juni 2020 - 08:23 WIB
loading...
Pabrik Baja di Mojokerto...
Seorang pekerja PT Jaya Mestika Indonesia korban ledakan tungku peleburan pabrik baja saat mendapatkan perawatan medis di RSI Sakinah, Mojokerto. Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A A A
MOJOKERTO - Tungku peleburan pabrik baja milik PT Jaya Mestika Indonesia di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, meledak. Akibatnya sembilan orang pekerja mengalami luka-luka.

(Baca juga: PSBB Surabaya Raya Dihentikan, Awas! Gelombang Penularan Baru )

Informasi yang dihimpun, meledaknya tungku peleburan baja di perusahaan tersebut, terjadi Selasa (9/6/2020) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Mendadak, tungku peleburan yang digunakan untuk memasak bahan besi baja meledak.

"Kejadiannya sekitar jam satuan. Saya kurang tahu persis penyebabnya, tahu-tahu meledak tungku buat peleburannya," kata Siswoyo, salah seorang pekerja yang menjadi korban ledakan saat ditemui di RS Sakinah, Mojokerto, Selasa (9/6/2020).

Pria berusia 46 tahun ini menuturkan, saat kejadian itu, sejumlah pekerja tengah sibuk menjalankan aktivitasnya. Ia menyebut ada sekitar 10 orang pekerja yang berada di sekitar tungku peleburan baja itu.

"Kurang lebih ada sekitar sepuluh orang. Saat itu memang sedang proses memasak (melebur) besi," imbuh pria yang baru 10 bulan bekerja di pabrik tersebut.

Akibat ledakan tersebut, warga Dusun Segunung, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto ini mengalami luka. Ia mengaku merasakan sakit di bagian belakang kepalanya.

"Tadi kena pantulan besi di bagian belakang kepala. Rasanya sakit sekali, tapi sekarang sudah sedikit membaik," terang Siswoyo, sembari terbaring di ranjang IGD RSI Sakinah.

Sejauh ini, belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban luka-luka akibat insiden meledaknya tungku peleburan di pabrik baja PT Jaya Mestika Indonesia itu. Beredar kabar ada sembilan orang pekerja yang dilarikan ke rumah sakit.

Dari jumlah itu, enam orang diantaranya dilarikan ke RSI Sakinah, Mojokerto. Sedangkan dua orang korban lainnya dievakuasi ke RS Sido Waras, Mojokerto dan satu korban lain dikabarkan dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

(Baca juga: Saat Para Barista Membasuh Kerinduan Menyeduh Secangkir Kopi )

Sementara itu, dokter jaga RSI Sakinah Mojokerto, Hartono menyatakan, hingga kini pihaknya menerima enam orang pasien korban ledakan tungku peleburan pabrik baja PT Jaya Mestika Indonesia. Dari jumlah itu, tiga orang diantaranya mengalami luka yang agak parah.

"Yang tadi pasien datang enam orang, tapi yang dirawat inap tiga orang, sisanya rawat jalan," kata Hartono kepada awak media.

Mayoritas, ada enam orang pekerja pabrik baja PT Jaya Mestika Indonesia yang dievakuasi ke RSI Sakinah mengalami benturan dan luka bakar. Prosentasenya mencapai antara 18-20% jika dilihat berdasarkan luasan tubuh yang terbakar.

"Sementara kita bersihkan dulu, dari abu-abu di bagian yang luka bakar. Setelah itu dicari apakah ada yang patah tulang atau cedera kepala. Ada beberapa yang indikasi untuk tulangnya perlu dimonitor selama satu hari," tandas dr Hartono.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab pasti meledaknya tungku peleburan pabrik baja PT Jaya Mestika Indonesia ini. Belum ada keterangan yang disampaikan dari pihak kepolisian maupun manajemen perusahaan terkait insiden tersebut.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
13 Potongan Tubuh Ditemukan...
13 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
5 Fakta Bom Perang Dunia...
5 Fakta Bom Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Nomor 3 Memilukan
Ledakan Bom Diduga Sisa...
Ledakan Bom Diduga Sisa Perang Dunia II Guncang Biak Numfor, 5 Orang Tewas
Polisi Masih Dalami...
Polisi Masih Dalami Penyebab Ledakan di Pabrik Kimia Banten
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
PT BEST Investasi USD...
PT BEST Investasi USD 10 Juta, PT BEST Bangun Pabrik AC dan Mesin Cuci di Tangerang
China Revisi Jumlah...
China Revisi Jumlah Korban Tewas Tragedi Tambang Batu Bara, dari 90 Jadi 82 Orang
Rekomendasi
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
Berita Terkini
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved