Libur Nataru, BI Sulawesi Utara Siagakan Uang Tunai Rp1,6 Triliun
Kamis, 16 Desember 2021 - 13:07 WIB
loading...
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), menyediakan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk libur Nataru. Foto/MPI/Subhan Sabu
A
A
A
MANADO - Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyediakan uang tunai Rp1,6 triliun untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Harga Sembako Jelang Nataru, Wagub DKI: Diupayakan Stabil dan Stok Aman
Kepala Unit Kehumasan Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara, Wesky Putra Pratama mengatakan, dipersiapkan untuk kebutuhan di Manado, sebesar Rp1,2 triliun, dan kebutuhan di kas titipan Siau, Melonguane, Tahuna, dan Kotamobagu, sebesar Rp364,8 miliar.
"Dari sisi pecahan, UPB nominal Rp1.000-100.000 sebesar Rp1,5 triliun, dan UPK nominal Rp50-1.000 logam sebesar Rp56 miliar," katanya, Kamis (16/12/2021). Menurut Wesky, uang yang disiapkan tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang nilainya Rp1,7 triliun, atau turun sekitar 5,72 persen.
Baca juga: Breaking News! Amuk Massa Pecah di Manokwari Selatan, Aksi Dipicu Ada Warga Meninggal Usai Divaksin
"Penurunan ini dikarenakan optimalisasi transaksi uang kartal antar bank, dan pengurangan frekuensi penarikan uang di loket BI menjadi maksimal dua kali per minggu," kata Wesky.
Baca juga: Harga Sembako Jelang Nataru, Wagub DKI: Diupayakan Stabil dan Stok Aman
Kepala Unit Kehumasan Kantor Perwakilan BI Sulawesi Utara, Wesky Putra Pratama mengatakan, dipersiapkan untuk kebutuhan di Manado, sebesar Rp1,2 triliun, dan kebutuhan di kas titipan Siau, Melonguane, Tahuna, dan Kotamobagu, sebesar Rp364,8 miliar.
"Dari sisi pecahan, UPB nominal Rp1.000-100.000 sebesar Rp1,5 triliun, dan UPK nominal Rp50-1.000 logam sebesar Rp56 miliar," katanya, Kamis (16/12/2021). Menurut Wesky, uang yang disiapkan tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang nilainya Rp1,7 triliun, atau turun sekitar 5,72 persen.
Baca juga: Breaking News! Amuk Massa Pecah di Manokwari Selatan, Aksi Dipicu Ada Warga Meninggal Usai Divaksin
"Penurunan ini dikarenakan optimalisasi transaksi uang kartal antar bank, dan pengurangan frekuensi penarikan uang di loket BI menjadi maksimal dua kali per minggu," kata Wesky.
(eyt)
Lihat Juga :